Allegri Beberkan Kunci Kemenangan AC Milan vs Napoli meski Main 10 Orang
MILAN, iNews.id – Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri membeberkan kunci kemenangan pasukannya atas Napoli pada giornata kelima Liga Italia 2025-2026, Senin (29/9/2025) dini hari WIB. Bermain di San Siro, I Rossoneri menang 2-1. Hasil ini tidak hanya mempertegas kekuatan klub Kota Mode itu di papan atas, tetapi juga menunjukkan mental baja tim asuhan Allegri setelah harus bermain dengan 10 orang di babak kedua.
Milan membuka laga dengan sempurna. Christian Pulisic tampil menginspirasi sejak menit awal, menciptakan gol pertama untuk Alexis Saelemaekers dan kemudian menggandakan keunggulan lewat golnya sendiri di menit ke-31. Dengan keunggulan dua gol di babak pertama, para penggemar sempat yakin laga akan berjalan mulus bagi tuan rumah.
Namun, jalannya pertandingan berubah drastis setelah Pervis Estupinán diganjar kartu merah karena menjatuhkan Giovanni Di Lorenzo di kotak penalti. Napoli mendapat hadiah penalti yang sukses dikonversi Kevin De Bruyne menjadi gol. Situasi itu membuat tensi laga meningkat, dengan Napoli menekan habis-habisan hingga akhir pertandingan. Bahkan, David Neres sempat nyaris menyamakan skor ketika tendangannya membentur tiang di masa tambahan waktu.
Meski tertekan, Milan mampu bertahan dengan disiplin. Kiper Mike Maignan tampil solid dengan beberapa penyelamatan penting. Allegri pun mengaku puas dengan semangat anak asuhnya.
Tifosi AC Milan Boleh Tersenyum, Rafael Leao Pulih dan Siap Lawan Napoli
“Saya senang karena ini adalah ujian yang penting dan sangat sulit melawan Napoli yang berkualitas,” ujar Allegri usai laga kepada DAZN Italia.
Menurutnya, Milan menjalani babak pertama dengan sangat baik, sementara babak kedua menjadi pelajaran berharga.
Allegri Terapkan Aturan Keras di Milan: Bahasa Italia, Dress Code, hingga Makan Bersama
“Babak pertama kami luar biasa, tetapi di babak kedua sayangnya kami harus bermain dengan 10 orang. Setidaknya kami bisa melatih cara bertahan, karena dalam situasi seperti itu Anda bisa saja dipaksa memberi peluang lawan,” jelasnya.
San Siro Bakal Jadi Ikon Dunia! Inter dan AC Milan Gandeng Arsitek Kelas Kakap
Kemenangan ini menjadi yang kelima secara beruntun bagi Milan di semua ajang, termasuk Serie A dan Coppa Italia. Selama periode tersebut, Rossoneri hanya kebobolan satu gol dan mencetak total 11 gol.
“Kami harus terus bekerja, hari ini kami melangkah sedikit lebih maju dengan kemenangan yang pantas atas tim kuat seperti Napoli. Jika Anda tahu bagaimana menderita di bawah tekanan, maka akan lebih mudah untuk menang ketika memiliki semangat seperti ini,” tambah Allegri.
Peta Persaingan 16 Besar Coppa Italia 2025, Big Match Lazio vs AC Milan Tersaji
Kabar baik juga datang dari Rafael Leao yang akhirnya kembali merasakan laga Serie A setelah pulih dari cedera otot pada pertengahan Agustus. Allegri menyebut kehadiran Leao dan Christopher Nkunku yang mulai bugar menjadi sinyal positif bagi kekuatan lini depan Milan.
“Leao sedang kembali bugar, begitu juga Nkunku, ini pertanda positif untuk ke depannya,” katanya.
Allegri juga menjelaskan bahwa perubahan taktik menjadi 3-5-2 muncul karena kondisi skuad. Cedera Leao dan kedatangan Adrien Rabiot membuatnya mencoba variasi berbeda.
“Dalam laga pramusim melawan Liverpool dan Arsenal, kami menurunkan Loftus-Cheek di satu sisi, Pulisic di sisi lain, dengan dua gelandang kreatif dan Leao di depan. Taktik bisa berubah tergantung karakteristik trequartista, apakah lebih defensif atau ofensif. Kami mencoba berbagai opsi di latihan agar punya alternatif sepanjang musim,” jelas Allegri.
Sosok Luka Modric juga mendapat sorotan. Meski direkrut untuk kreativitas, pemain berusia 40 tahun itu membuktikan dirinya juga bernilai defensif.
“Memilikinya di depan lini belakang membawa kualitas, tapi juga kecerdasan dalam menutup jalur umpan. Dia bisa merebut bola lebih banyak dengan intersep daripada duel fisik, di situlah letak nilai pentingnya,” kata Allegri.
Kemenangan atas Napoli membuat Milan kini berada di puncak klasemen bersama Napoli dan Roma dengan sama-sama mengoleksi 12 poin. Hasil ini semakin spesial mengingat mereka sempat kalah mengejutkan dari Cremonese di laga pembuka musim.
“Sepak bola itu aneh. Melawan Cremonese, Maignan bahkan tidak perlu melakukan penyelamatan, tapi kami dihukum oleh dua kelengahan dan penyelesaian akhir yang buruk. Itu pertandingan pertama, semakin sering mereka bermain bersama, semakin baik juga chemistry di lapangan,” ujar Allegri.
Rossoneri kini mengalihkan fokus pada ujian besar berikutnya, yaitu melawan Juventus. Bagi Allegri, laga tersebut terasa unik.
“Rasanya aneh, karena saya pernah memainkan pertandingan ini di kedua sisi, dulu di Milan, lalu Juve, dan sekarang kembali ke Milan. Bagaimanapun juga, ini adalah pertandingan yang luar biasa,” tegasnya.
Editor: Abdul Haris