Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sejarah! Ai Ogura Juara MotoGP Belanda 2026, Marc Marquez Gagal Naik Podium 
Advertisement . Scroll to see content

Ai Ogura Menang Perdana di MotoGP, Gaya Balap Aneh Bikin Rival Ketar-ketir

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:00:00 WIB
Ai Ogura Menang Perdana di MotoGP, Gaya Balap Aneh Bikin Rival Ketar-ketir
Rider Trackhouse Aprilia, Ai Ogura. (Foto: Motorsport)
Advertisement . Scroll to see content

ASSEN, iNews.id Ai Ogura mencuri perhatian besar setelah meraih kemenangan perdana di MotoGP pada balapan di Sirkuit Assen, Minggu (28/6/2026). Rider Trackhouse Aprilia itu tampil luar biasa setelah memperbaiki masalah kualifikasi yang sempat menghambatnya pada awal musim.

Ogura sebelumnya dikenal punya kecepatan kuat saat balapan memasuki fase akhir. Namun, masalah posisi start membuat dia sering harus membuang banyak energi untuk menyalip dari tengah rombongan.

Dalam delapan seri pembuka, Ogura rata-rata hanya start dari posisi ke-11. Kondisi itu membuat kecepatannya pada ban bekas tidak selalu cukup untuk mengejar kemenangan karena dia harus bekerja keras menembus barisan depan.

Situasi berubah dalam dua seri terakhir. Ogura mampu start dari barisan depan di Brno dan Assen. Posisi start yang lebih baik membuat rider Jepang itu bisa langsung menjaga jarak dengan grup terdepan sejak awal balapan.

Di Assen, Ogura memang sempat kehilangan kecepatan pada fase awal. Dia turun ke posisi keempat dalam beberapa lap pembuka. Namun, ritme balapnya perlahan meningkat dan dia mulai menunjukkan kekuatan utama saat ban mulai terpakai.


Gaya Balap Aneh Jadi Senjata

Pada lap kelima dari total 26 lap, Ogura masuk dalam grup terdepan sesama rider Aprilia bersama Jorge Martin dan Raul Fernandez. Situasi itu menjadi titik awal kebangkitan dia dalam balapan.

Ogura dan Fernandez kemudian melewati Martin pada lap ke-18. Fernandez yang sebelumnya memenangi sprint tidak mampu menahan laju rekan setimnya tersebut.

Ogura mengambil alih pimpinan balapan saat tersisa enam lap. Setelah itu, dia melesat dan menang dengan jarak nyaman dua detik meski sempat mengalami momen menegangkan dengan perangkat ride-height.

Fernandez mengakui gaya balap Ogura terlihat berbeda dibandingkan rider lain. Namun, gaya itulah yang membuat performa Ogura semakin kuat pada bagian akhir balapan.

“Melihat Ai mengendarai motor cukup aneh karena gaya yang dia gunakan di atas motor berbeda dari kami semua,” kata Fernandez, dikutip dari Crash.

“Mungkin karena itu dia cukup kuat di bagian akhir balapan. Dari data, kami melihat performanya semakin baik dan semakin baik,” ujarnya.

Fernandez bahkan memberi peringatan kepada para rival Ogura dalam perebutan gelar. “Jadi hati-hati dengan dia untuk kejuaraan!” ucapnya.


Jorge Martin Sampai Merasa Ogura Mau Jatuh

Jorge Martin yang mengambil alih puncak klasemen dari rekan setim pabrikan, Marco Bezzecchi, juga memberi komentar menarik soal gaya balap Ogura. Menurut dia, posisi tubuh Ogura di atas motor terlihat tidak biasa.

Martin menilai data performa semua rider Aprilia sebenarnya cukup berdekatan. Selisih antarpembalap hanya berada dalam hitungan milidetik di beberapa sektor.

“Tentu saya harus memberi selamat kepada Ai,” kata Martin.

“Jujur, ketika Anda melihat data, performa semua Aprilia cukup dekat. Ada beberapa milidetik di sini, beberapa milidetik di sana. Namun, kami semua sangat mirip,” ujarnya.

Namun, Martin tetap terkejut ketika mengikuti Ogura dari belakang. Dia merasa gaya Ogura terlihat seperti akan terjatuh di setiap tikungan.

“Tetapi tentu saat Anda mengikuti Ai, itu aneh karena terlihat seperti dia akan jatuh di setiap tikungan,” ucap Martin.

“Tubuh bagian atasnya sangat rendah, tetapi motornya tegak. Saya merasa kesulitan mengikuti karena saya merasa dia akan jatuh, tetapi kemudian dia hanya berbelok dan melaju,” katanya.

Martin menduga teknik tersebut menjadi salah satu alasan Ogura sangat cepat pada lap-lap terakhir. Posisi tubuh yang ekstrem tetapi motor tetap lebih tegak bisa membantu menjaga ban tetap lebih awet.

“Mungkin itu sebabnya dia cepat di beberapa lap terakhir. Namun, saya tetap akan mencoba,” ujar Martin.

Kemenangan di Assen membuat posisi Ogura dalam persaingan gelar semakin menarik. Dia kini berada di peringkat keempat klasemen, tertinggal 25 poin dari Martin.

Performa Ogura dalam dua seri terakhir juga sangat mencolok. Dia mengumpulkan 63 poin, lebih banyak dibandingkan Marc Marquez dan Fernandez yang sama-sama meraih 45 poin, Fabio di Giannantonio 39 poin, Martin 33 poin, Pecco Bagnaia 31 poin, dan Bezzecchi hanya enam poin.

Ogura kini bukan lagi sekadar kejutan. Dengan tiga kali finis runner-up, kemenangan perdana di Assen, dan gaya balap yang membuat rival kebingungan, rider Jepang itu mulai menjadi ancaman nyata dalam perebutan gelar MotoGP.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut