Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Meksiko Tim Pertama Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026 usai Gilas Korsel
Advertisement . Scroll to see content

Ada 2 Kalimat Syahadat, Bendera Arab Saudi Dapat Perlakuan Berbeda di Piala Dunia 2026

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:08:00 WIB
Ada 2 Kalimat Syahadat, Bendera Arab Saudi Dapat Perlakuan Berbeda di Piala Dunia 2026
Bendera Arab Saudi dan Uruguay tidak menyentuh rumput saat upacara jelang duel kedua negara di Piala Dunia 2026, di Miami Stadium, Selasa (16/6/2026) pagi WIB. (Foto: Goal)
Advertisement . Scroll to see content

MIAMI, iNews.id – Laga Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026 menyita perhatian bukan hanya karena hasil imbang 1-1, tetapi juga perubahan kecil dalam upacara sebelum pertandingan yang langsung jadi sorotan publik.

FIFA memperkenalkan sejumlah aturan baru di Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada, turnamen pertama dengan format 48 tim. Perubahan itu mencakup jeda hidrasi, regulasi baru untuk wasit, hingga format upacara sebelum pertandingan yang kini lebih terstruktur.

Dalam setiap laga, seluruh pemain dari kedua tim biasanya berkumpul di tengah lapangan saat lagu kebangsaan diputar, dengan bendera negara dibentangkan di atas rumput. Namun, pada laga Arab Saudi vs Uruguay, ada perbedaan mencolok yang langsung terlihat penonton.

Bendera kedua negara tidak diletakkan di atas lapangan seperti biasanya. Sebaliknya, bendera diangkat oleh pembawa bendera dan tetap berada di posisi tinggi sepanjang upacara berlangsung.

Perubahan ini langsung ramai dibahas di media sosial karena dianggap tidak biasa dibanding pertandingan lain. Namun, FIFA memiliki alasan khusus di balik penyesuaian tersebut.

Bendera Arab Saudi berwarna hijau dengan kalimat syahadat yang tertulis di dalamnya. Kalimat itu berbunyi, “Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah,” dan dianggap sangat sakral dalam Islam.

Karena unsur kesakralan tersebut, bendera Arab Saudi diperlakukan dengan kehormatan khusus dan tidak boleh menyentuh tanah dalam kondisi apa pun, termasuk saat upacara pertandingan.

Untuk menjaga keseimbangan dan netralitas protokol, bendera Uruguay juga diperlakukan dengan cara yang sama, meski tidak memiliki aturan keagamaan serupa seperti Arab Saudi.

Selain itu, bendera Uruguay memiliki aturan penghormatan tersendiri, termasuk larangan dikibarkan setengah tiang, tidak boleh dibalik, serta pembatasan ketat dalam penggunaan komersial.


Laga Berjalan Panas Hingga Akhir Pertandingan

Pertandingan sendiri berlangsung ketat dan berakhir 1-1 di Hard Rock Stadium, Miami. Saudi Arabia sempat unggul lebih dulu lewat gol Abdulelah Al-Amri sebelum Uruguay menyamakan kedudukan melalui Maximiliano Araujo pada menit ke-80.

Drama tidak berhenti di situ. Laga juga diwarnai kontroversi setelah wasit meniup peluit akhir lebih cepat di masa tambahan waktu, meski Uruguay masih dalam situasi menyerang.

Di sisi lain, Saudi Arabia juga sempat melanggar aturan baru FIFA terkait larangan instruksi taktik saat penjaga gawang mendapatkan perawatan di lapangan. Insiden terjadi saat Mohammed Al-Owais mendapat penanganan medis sekitar menit ke-60.

Saat situasi itu berlangsung, pelatih Yorgos Donis terlihat memberikan instruksi kepada pemain di lapangan, sesuatu yang sebenarnya sudah dilarang dalam regulasi baru FIFA.

Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, sebelumnya sudah mengingatkan seluruh tim. Dia menyebut wasit akan bersikap tegas dan tidak mengizinkan tim mendekati bangku cadangan ketika kiper sedang tergeletak cedera.

Meski aturan tersebut sudah disosialisasikan, wasit di lapangan tidak memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi langsung dalam situasi seperti itu, sehingga insiden tetap berakhir tanpa hukuman tambahan.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut