6 Pemain Liverpool Bikin Fans Emosi saat Diimbangi Tottenham: Ada sang Juara Piala Dunia
LIVERPOOL, iNews.id – Liverpool kembali terpuruk pada musim 2025/2026 setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Tottenham Hotspur di Anfield, Minggu (15/3/2026) malam WIB. Hasil yang semakin memperbesar tekanan terhadap pelatih Arne Slot.
Hasil tersebut menjadi salah satu titik terendah bagi Liverpool musim ini. Tottenham datang dengan catatan performa terburuk di Premier League, namun tetap mampu mencuri poin dari kandang sang juara bertahan.
Musim ini menjadi periode sulit bagi Liverpool setelah sebelumnya tampil dominan ketika Slot pertama kali menggantikan Jurgen Klopp. Pada musim debutnya di Inggris, pelatih asal Belanda tersebut berhasil membawa Liverpool meraih gelar Premier League kedua dalam sejarah klub.
Slot mendapat banyak pujian karena mempertahankan gaya permainan agresif ala Klopp yang dikenal sebagai “heavy metal football”. Permainan cepat dan intens membuat Liverpool melaju tanpa banyak hambatan menuju gelar juara.
Xabi Alonso Dikabarkan Sepakat Latih Liverpool, Begini Faktanya
Namun situasi berubah drastis pada musim 2025/2026. Harapan mempertahankan gelar bahkan sudah sirna sejak Oktober setelah serangkaian hasil buruk dan penampilan tidak konsisten.
Liverpool juga telah menghabiskan lebih dari 400 juta poundsterling pada bursa transfer musim panas. Investasi besar tersebut membuat ekspektasi terhadap Slot meningkat tajam.
Frustrasi! Arne Slot Soroti Penyakit Lama Liverpool usai Ditahan Imbang Tottenham Hotspur
Performa Liverpool kini dianggap jauh menurun dibanding musim sebelumnya. Gaya permainan yang dulu cepat dan agresif berubah menjadi lambat serta kurang tajam.
Hasil Lengkap Liga Inggris: Liverpool Ditahan Tottenham, MU Hajar Aston Villa
Atmosfer di Anfield juga berubah. Suporter yang biasanya bergemuruh kini lebih banyak diam sepanjang pertandingan dengan suasana tegang di stadion.
Arne Slot tentu bukan satu-satunya pihak yang mendapat sorotan. Sejumlah pemain utama Liverpool juga dinilai gagal menampilkan performa terbaik.
Kontroversial! Sir Alex Ferguson Sebut Pemain Liverpool yang Lebih Hebat dari Steven Gerrard
Mohamed Salah menjadi salah satu pemain yang masa depannya dipertanyakan. Musim yang mengecewakan serta perselisihan dengan pelatih pada Desember membuat situasinya di klub semakin tidak pasti.
Striker asal Mesir tersebut bahkan sempat tidak masuk dalam susunan pemain utama saat menghadapi Tottenham. Tiga peluang tembakannya yang melenceng dianggap menjadi bukti penurunan performa sang “Raja Mesir”.
Selain Salah, Andy Robertson juga dinilai tidak lagi berada pada level terbaiknya. Bek kiri asal Skotlandia tersebut dianggap kehilangan energi yang selama ini menjadi kekuatannya.
Penampilan Robertson saat melawan Tottenham menjadi sorotan. Banyak pihak menilai kontraknya tidak layak diperpanjang setelah musim ini.
Masalah juga muncul di lini serang Liverpool. Cody Gakpo dan Federico Chiesa dinilai belum memberikan kontribusi maksimal sepanjang musim.
Chiesa bahkan terlihat tidak mendapat kepercayaan penuh dari pelatih. Saat melawan Tottenham, dia baru dimainkan pada menit akhir untuk mencari gol kemenangan.
Sementara itu, Gakpo belum mampu mengulangi performa impresifnya sebagai pemain pengganti pada musim sebelumnya. Produktivitasnya di lini depan menurun ketika dipercaya sebagai pemain inti.
Di lini tengah, Alexis Mac Allister juga mendapat kritik. Mantan bek Liverpool Jamie Carragher menilai gelandang yang membawa Argentina juara Piala Dunia tersebut kehilangan kecepatan dan tidak lagi tampil dominan seperti sebelumnya.
Satu nama lain yang masa depannya dipertanyakan adalah Joe Gomez. Bek Inggris tersebut menjadi pemain paling lama bertahan di Anfield saat ini.
Namun performanya melawan Tottenham dianggap tidak cukup kuat untuk level bek tengah elite. Riwayat cedera panjang diduga memengaruhi performanya di lapangan.
Hasil imbang melawan Tottenham semakin memperbesar tekanan terhadap Liverpool. Jika situasi tidak segera membaik, klub berpotensi melakukan perubahan besar pada musim panas mendatang.
Editor: Reynaldi Hermawan