Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hasil Malut United vs Bhayangkara FC di Super League: Kejutan, Laskar Kie Raha Takluk di Kandang!
Advertisement . Scroll to see content

6 Klub Asia Lahir dari Institusi Kepolisian, Nomor 4 Rival Asnawi Mangkualam Cs

Kamis, 15 September 2022 - 07:04:00 WIB
6 Klub Asia Lahir dari Institusi Kepolisian, Nomor 4 Rival Asnawi Mangkualam Cs
Ada 6 klub Asia lahir dari institusi kepolisian. Salah satunya rival Asnawi Mangkualam cs
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ada 6 klub Asia lahir dari institusi kepolisian. Salah satunya rival Asnawi Mangkualam cs.

Sepak bola olahraga yang bisa dinikmati semua kalangan, termasuk aparat penegak hukum. Di Asia misalnya, ada beberapa klub yang berafiliasi dengan kepolisian.

Apa saja klub tersebut? 

Berikut 6 klub Asia lahir dari institusi kepolisian:

1. Al Shorta SC (Irak)

Foto: AFC
Foto: AFC

Pertama ada Al Shorta. Klub ini berasal dari Distrik Rusafa, Baghdad, Irak yang berdiri pada 1932.

Awalnya skuad Al Shorta saat itu adalah polisi-polisi Irak yang mewakili sebuah turnamen sepak bola. Seiring perkembangan waktu Al Shorta jadi salah satu tim yang disegani di Irak.

Mereka berhasil membawa pulang lima titel Liga Irak lima kali, terakhir musim 2021/2022.

2. Police Tero FC (Thailand)

Foto: Ist

Thailand selaku rival Indonesia di Piala AFF juga memiliki klub kepolisian. Tak heran, ketua federasinya saja mantan Komisaris Jenderal Polisi Thailand, Somyot Poonpanmoung.

Negeri Gajah Perang memiliki satu klub yang berasal dari kepolisian. Klub tersebut lahir dengan nama Polisi United, terbentuk di tahun 1960.

Di tahun 2008, klub yang dikelola Royal Thai Police itu merger dengan klub Liga Thailand, dan berubah nama menjadi Rosesna. Namun di tahun 2018 silam, klub tersebut kembali berubah nama menjadi Police Tero FC.

Police Tero FC berkembang menjadi klub yang lebih besar. Meski sempat terdegradasi, Police Tero FC kini berlaga di kompetisi teratas Liga Thailand.

3. Bhayangkara FC (Indonesia)

Gelandang Bhayangkara FC, Muhammad Hargianto berselebrasi usai mencetak gol dramatis ke gawang Persikabo 1973 pada laga Liga 1 2022/2023 di Stadion Pakansari, Cibinong, Selasa (23/8/2022). (Foto: Instagram/@bhayangkarafc)

Bhayangkara Football Club adalah tim sepak bola Indonesia milik Polri. Klub ini juga memegang rekor sebagai klub dengan pergantian nama terbanyak di Indonesia, semuanya karena dualisme yang pernah terjadi antara klub ini dengan klub Persebaya Surabaya pada rentang waktu 2010 sampai 2016.

Cikal bakal BSFC bermula dari Persikubar Kutai Barat yang diboyong ke Surabaya dan berubah nama jadi Persebaya Surabaya. Persebaya tampil di pentas Divisi Utama tahun 2010.

Lima tahun memakai nama Persebaya, tim ini kemudian berganti nama jadi Persebaya United pada medio Agustus-September 2015. Pada September 2015, Persebaya United berubah nama jadi Bonek FC yang bertahan hanya satu bulan. Tim yang bermarkas di Jawa Timur itu kemudian mengubah nama mereka jadi Surabaya United yang bertahan tidak lebih setahun mulai dari Oktober 2015-April 2016.

Pada April 2016 sebelum berlangsungnya Piala Jenderal Soedirman, Surabaya United merger dengan PS Polri. Merger antara kedua tim itu memunculkan nama baru yakni Bhayangkara Surabaya United. Pada saat itu mereka menggunakan Stadion Gelora Delta Sidoardjo dan Gelora Bung Tomo sebagai markas.

Setahun bermarkas di Sidoarjo, BSU yang kembali berganti nama jadi Bhayangkara FC memutuskan hijrah ke Bekasi, Jawa Barat. Pada musim 2017 mereka juara Liga 1. 

Tim berjuluk The Guardian itu pernah menghadapi Messi Jepang yakni Takefusa Kubo yang kala itu masih bermain untuk FC Tokyo pada 27 Januari 2018. Dia datang ke Tanah Air untuk beruji coba melawan Bhayangkara FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, dalam rangka peringatan 60 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Jepang.

Kubo yang masuk di babak kedua, menyumbang dua gol dalam kemenangan 4-2 yang diraih FC Tokyo atas Bhayangkara FC. Ketika itu, usianya masih 16 tahun.

4. Asan Mugunghwa FC (Korea Selatan)

Foto: Ist

Asan Mugunghwa berdiri pada 1961 dengan nama National Police Department FC. Namun pada November 2019, diumumkan para pemain Asan Mugunghwa, harus menjalani tugas militer dua tahun mereka.

Akhirnya Asan Mugunghwa diubah menjadi klub sepak bola sipil bernama Asan Chugnam yang kini bermain di Liga 2 Korea Selatan. Klub tersebut yang menjadi rival Asnawi yang memperkuat Ansan Greeners.

5. PDRM FA (Malaysia)

Foto: Ist

Malaysia tak mau ketinggalan. Negeri Jiran juga punya klub yang berafiliasi dengan kepolisian yakni PDRM FA.

PDRM adalah singkatan dari Polis Diraja Malaysia. Mereka bermain Malaysia Premier League atau kasta kedua sepak bola Negeri Jiran.

Sesuai namanya klub ini memang dimiliki oleh Polis Diraja Malaysia, sebutan untuk badan kepolisian Malaysia.

PDRM pernah mencapai Malaysia Super League pada musim 2007/2008. Sayangnya hanya bertahan setahun, pada 2009, PDRM kembali terdegradasi.

6. Home United

Foto: Ist

Di negara tetangga, terdapat satu klub yang lahir dari insitusi kepolisian. Adalah klub Singapura, Home United yang lahir dari Asosiasi Olahraga Polisi Singapura.

Klub tersebut terbilang cukup tua. Home United terbentuk sebelum Indonesia merdeka, tepatnya pada tahun 1940 silam.

Home United lahir dengan nama Polisi FC. Seiring berkembangnya waktu, tim yang bermarkas di San Stadium itu tidak hanya dihuni oleh anggota kepolisian, melainkan juga anggota Departemen Dalam Negeri Singapura, Departemen Imigrasi dan petugas pos pemeriksaan.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut