Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gawat! Bintang Timnas Argentina Terbukti Pakai Doping Sebelum Piala Dunia 2022
Advertisement . Scroll to see content

5 Pemain Terburuk dalam Sejarah Piala Dunia, Ada yang Meludahi Lawan hingga Tendangan Kung Fu

Rabu, 19 Oktober 2022 - 23:22:00 WIB
5 Pemain Terburuk dalam Sejarah Piala Dunia, Ada yang Meludahi Lawan hingga Tendangan Kung Fu
Pemain Terburuk dalam sejarah Piala Dunia, Toni Schumacher (Foto: Transfermarkt)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ada sejumlah pemain terburuk dalam sejarah Piala Dunia. Sebagai kompetisi sepak bola tertinggi di dunia, Piala Dunia nyatanya tidak hanya diramaikan oleh pemain-pemain terbaik.

Piala Dunia ternyata juga menjadi panggung untuk sejumlah pemain yang dianggap paling buruk dalam turnamen bergengsi tersebut. Tak cuma performa atau kualitasnya, beberapa dianggap menjadi pemain paling buruk karena kelakuannya di lapangan.

Berikut 5 pemain terburuk dalam sejarah Piala Dunia yang dirangkum iNews.id, Rabu (19/10/2022).

1. Felix (Brasil, 1970)

Felix adalah pemain yang menjadi bagian dari tim Brasil yang mampu meraih gelar juara Piala Dunia 1970. Meski banyak yang beranggapan bahwa perannya di bawah mistar gawang Brasil menjadi, tetapi tak sedikit yang penyebut sang kiper adalah pemain yang buruk.

Salah satu tokoh sepak bola yang menganggap Felix adalah salah satu pemain terburuk adalah legenda Arsenal, Bob Wilson. Disebutkan bahwa Felix adalah pemain yang sangat biasa-biasa saja, tetapi beruntung berada di tim yang luar biasa.

2. Toni Schumacher (Jerman Barat, 1982)

Toni Schumacher sejatinya merupakan salah satu penjaga gawang terbaik yang dimiliki oleh Jerman. Hal itu dibuktikan dengan andilnya dalam memenangkan dua gelar Bundesliga, 3 trofi Piala Liga Jerman, dan 76 kali tampil bersama Timnas Jerman.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut