5 Legenda yang Melatih Mantan Klubnya, Ada Si Raja Liga Champions
MADRID, iNews.id – Sejumlah klub di eropa banyak yang mempercayai juru taktiknya kepada mantan pemainnya. Keputusan itu diambil karena sang legenda dinilai memahami kultur dan kebiasaan di klub itu.
Untuk itu, memilih para legenda untuk menjadi pelatih merupakan cara yang dinilai tepat. Memang, tak jarang polesan sang legenda bisa mendatangkan trofi.
Namun, ada juga yang justru gagal memenuhi ekspetasi yang diharapkan fans. Beberapa legenda yang melatih mantan klubnya ada yang gagal total.
Padahal, sang legenda itu memberikan banyak gelar ketika menjadi pemain. Untuk itu, ini ada 5 legenda yang menjadi pelatih di klub lamanya.
Bukan Ronaldo, Ini Pemain MU yang Bikin Guardiola Ketakutan di Derbi Manchester
1. Zinedine Zidane
Pemain lawas yang berkelas ini menjadi pelatih Real Madrid pada tahun 2016 lalu. Karier cemerlang bersama Los Blancos menjadi titik fokus dirinya diangkat sebagai pelatih.
Penuh Haru! Begini Suasana Perpisahan Xavi Hernandez dengan Al Sadd
Pemain Prancis ini mengantongi 49 gol dan 68 assist dari 227 penampilannya di Real Madrid sebelum pensiun. Pertengahan 2015/16, Zidane masuk ke dalam manajemen El Real.
Zidane telah menyumbangkan beragam trofi kemenangan. Mulai dari tiga gelar Liga Champions berturut-turut pada 2016 sampai 2018, dua gelar LaLiga, dua Piala Super Spanyol, dua Piala Dunia Antar Klub, dan dua Piala Super UEFA dalam dua periode di Santiago Bernabeu.
Berbau Handball, Cristiano Ronaldo Akui Gol Penentu ke Gawang Atalanta Dibantu Dewi Fortuna
Total Zidane menjadi pelatih Real Madrid dalam dua periode musim 2016-2018 dan 2019-2021.
Cetak Gol Dramatis Vs Atalanta, Cristiano Ronaldo Kalahkan Lionel Messi
2. Frank Lampard
Punggawa Chelsea ini juga pernah menjadi pelatih di The Blues. Selama membela The Blues sebagai pemain, Lampard memenangkan satu trofi Liga Champions, tiga Liga Premier, dan empat Piala FA.
Mantan pemain Timnas Inggris ini masuk dalam staff manajemen Chelsea pada tahun 2017. Kemudian Lampard dipilih sebagai pelatih di tahun berikutnya.
Peforma apiknya membuahkan 44 kali kemenangan, 25 kali kekalahan, dan 15 kali hasil seri dari berbagai ajang pertandingan. Hal ini juga menciptakan pemain muda berbakat seperti Mason Mount, Reece James, dan Billy Gilmour.
3. Andrea Pirlo
Gelandang elegan ini pasti tidak asing lagi bagi publik Italia, khususnya Juventus. Kepiawaiannya melatih klub lamanya membuahkan hasil yang apik.
Pirlo sukses mencetak 34 kali kemenangan, 10 kali hasil imbang, dan 8 kali kekalahan saja. Spesialis tendangan bebas ini dipercaya sebagai pelatih utama usai membantu Juventus U-23 pada musim panas 2020.
Mantan pemain Timnas Italia ini telah membawa pulang Piala Italia dan Piala Super Italia. Masa kepelatihannya terhenti ketika Pirlo tidak berhasil memenangkan gelar Serie A untuk pertama kalinya dalam satu dekade bagi Bianconeri.
4. Ole Gunnar Solskjaer
Mantan pemain The Red Devils ini diamanahkan mengganti Jose Mourinho di Old Trafford. Solskjaer akhirnya melatih penuh usai tiga bulan percobaannya.
Selama melatih Manchester United, pasang surut permainan telah dicobanya. Namun, belum ada hasil trofi yang memuaskan bagi fans Setan Merah.
Musim ini pun digadang-gadang akan angkat koper dari Manchester. Kinerjanya yang menurun lambat laun didepak dari kursi pelatih.
5. Xavi Hernandez
Xavi baru saja diresmikan sebagai pelatih baru Barcelona. Xavi akan menggantikan Ronald Koeman yang memberikan hasil buruk bagi Blaugrana dalam pertandingan terakhirnya.
Selepas masa pensiunnya, Xavi berhasil membawa kejuaraan untuk Al-Sadd di Liga Qatar. Rekor apik mantan pemain Timnas Spanyol ini menjadi bekal melatih di Camp Nou.
Semasa bermain di Barcelona, pemain nomor punggu 8 ini telah mencetak 85 gol dan 185 assist dari 767 pertandingan. Xavi juga menorehkan empat trofi Liga Champions, delapan gelar LaLiga, delapan Liga Spanyol, dan masih banyak lainnya.
Editor: Ibnu Hariyanto