5 Fakta Timnas U-16 Gunduli Guam 14-0, Nomor 3 Arkhan Kaka Lebih Tajam dari Striker UEA
BOGOR, iNews.id - Terdapat 5 fakta usai Timnas Indonesia U-16 menggunduli Guam dengan skor 14-0. Salah satunya mengenai ketajaman striker Garuda Muda, Arkhan Kaka.
Timnas Indonesia U-16 membantai Guam dengan skor mencolok 14-0 dalam laga perdana Grup B Kualifikasi Piala Asia U-17 2023. Pertandingan tersebut digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (3/10/2022).
Tim Garuda Muda tampil digdaya di mana buktinya bisa unggul telak 7-0 pada babak pertama. Arkhan Kaka menjadi bintang meski peluit panjang tanda laga berakhir belum dibunyikan.
Penyerang berpostur 186 centimeter itu tampil brilian dengan mencetak lebih dari satu gol. Bahkan torehan golnya melebihi striker Uni Emirat Arab yang sebelumnya tampil ganas melawan Palestina di grup yang sama.
Hasil Kualifikasi Piala Asia U-17 2023: Arkhan Kaka Ganas! Indonesia Bantai Guam 14-0
Dari banyaknya momen, ada 5 fakta menarik tentang kemenangan Timnas Indonesia U-16 kala menggunduli Guam. Salah satunya tentu saja tentang Arkhan Kaka, sang goal getter ulung.
1. Indonesia Unggul 7-0 pada Babak Pertama
Hasil Kualifikasi Piala Asia U-17 2023: Indonesia Unggul 7-0 atas Guam di Babak Pertama
Guam sulit membendung serangan Indonesia. Sebelas dua belas, lini serangnya pun kewalahan karena bek Indonesia, Iqbal Gwijangge tampil solid memimpin rekannya dari lini belakang.
Pada babak pertama pun sudah terlihat Guam akan dilumat habis-habisan. Hasilnya Indonesia unggul 7-0!
Indonesia Terancam Sanksi FIFA Buntut Tragedi Maut di Stadion Kanjuruhan
Gol Indonesia dicetak oleh Arkhan Kaka (8', 10', 25', 34'), Narendra Tegar (26'), Riski Afrisal (31') dan Sulthan Zaky (45').
2. Tetap Menggila di Babak Kedua
Daftar 8 Tim yang Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2022: Indonesia Cetak Sejarah
Unggul tujuh gol menjadi modal suntikan Arkhan Kaka cs untuk menggapai kemenangan. Selepas jeda, skuad Bima sakti urung mengendurkan serangan. Tujuh gol tambahan dicetak oleh anak-anak Garuda Muda.
Skor pertama pada babak kedua dibuka lewat gol bunuh diri Donovan (46'). Setelahnya, sejumlah pemain Indonesia bergantian menyumbangkan angka yakni Jehan (48'), Gaoshirowi (59'), Habil (79'), Figo (84'), Nabil (87') dan Ji Da-bin (90').
3. Arkhan Kaka Garang Melebihi Striker UEA
Kegarangan Arkhan Kaka menjadi yang paling menonjol dalam laga ini. Striker muda anak dari legenda Persija Purwanto Suwondo itu sukses menyarangkan empat gol pada babak pertama.
Quattrik! Ketajaman Arkhan Kaka pun sementara ini melebihi striker Uni Emirates Arab (UEA), Al-Marzouki. Pada laga sebelumnya, Al-Marzouki juga tampil brilian kala melawan Guam.
Saat itu, Al-Marzouki menyarangkan hattrick dan membawa UEA menang 9-0. Al-Marzouki tiga gol, sementara Arkhan Kaka lebih baik dengan empat gol. Persaingan keduanya pun kemungkinan bakal seru.
Terlebih lagi, Indonesia akan melawan UEA pada Rabu (5/10) nanti. Akan menjadi menarik bagi kedua pemain saling memamerkan aksinya dan bersaing memperebutkan predikat striker paing tajam pada babak kualifikasi ini.
4. Ada Pemain Berdarah Korea Selatan yang Sumbangkan Gol
Salah satu pencetak gol untuk Indonesia ialah Ji Da Bin. Nama yang terdengar kurang umum bagi orang Indonesia.
Ya, itu karena Ji Da-bin memiliki darah Korea Selatan dari ayahnya yang bernama Ji Ha-sik. Meski namanya sangat Korea, Ji Da-bin nyatanya lahir di Depok, Jawa Barat, pada 3 Maret 2006. Sejak kecil dia sudah mengolah si kulit bundar sebagai striker.
5. Indonesia Tim Paling Subur
Kemenangan 14-0 atas Guam membuat Indonesia menjadi tim paling subur dalam mencetak di klasemen sementara Grup B. Sebelum ini, UEA adalah tim paling sering mencetak gol dengan torehan 13 gol.
Meski menjadi tim paling subur, Indonesia masih duduk di posisi dua. Alasannya UEA sudah tampil dua kali dan meraih dua kemenangan pula sehingga duduk di puncak klasemen sementara Grup B. Garuda Muda pun terpaut tiga angka.
Laga pembuktian pun nantinya akan tersaji pada Rabu (5/10). Diharapkan Arkhan Kaka cs bisa mengalahkan UEA.
Semoga kemenangan 14-0 melawan Guam bisa menjadi modal motivasi berharga bagi tim muda Indonesia. Jika dibandingkan dengan UEA, Indonesia asuhan Bima Sakti lebih baik. Karena UEA hanya bisa menang 9-0 saat melawan Guam.
Editor: Dimas Wahyu Indrajaya