11 Clean Sheet Emil Audero Tak Cukup, Cremonese Tetap di Jurang Degradasi
UDINESE, iNews.id - Emil Audero kembali menunjukkan performa impresif di Serie A 2025/2026 saat membantu Cremonese meraih kemenangan penting di markas Udinese. Namun, performa gemilang sang kiper Timnas Indonesia itu belum cukup untuk menyelamatkan tim dari ancaman degradasi.
Bertanding di Stadion Friuli, Cremonese sukses menang tipis 1-0 atas Udinese. Gol cepat Jamie Vardy pada menit ke-9 menjadi penentu kemenangan penting di laga tandang tersebut.
Bagi Emil Audero, pertandingan ini menjadi penampilan ke-33 di Serie A musim ini. Dia kembali menjadi pilihan utama di bawah mistar Cremonese sepanjang musim berjalan.
Dari 33 laga tersebut, Emil Audero mencatat 11 clean sheet yang menegaskan konsistensi performanya. Catatan itu menjadi salah satu yang terbaik di antara kiper yang berada di tim papan bawah.
Dalam laga melawan Udinese, Emil Audero tampil sebagai pemain terbaik. Dia meraih rating 8,1 setelah melakukan dua penyelamatan krusial yang menjaga keunggulan timnya tetap aman hingga akhir laga.
Meski menang, suasana di kubu Cremonese tidak sepenuhnya bahagia. Tim masih terjebak di zona degradasi dan harus berjuang hingga pekan terakhir Serie A.
Tambahan tiga poin membuat Cremonese mengoleksi 34 poin. Namun posisi mereka masih tertahan di peringkat ke-18 klasemen sementara.
Cremonese tertinggal satu poin dari Lecce yang berada di batas aman zona degradasi. Situasi itu membuat persaingan bertahan di Serie A semakin menegangkan.
Di pertandingan lain, Lecce sukses meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Sassuolo. Hasil itu membuat mereka tetap unggul tipis dalam persaingan keluar dari zona merah.
Nasib kedua tim kini akan ditentukan pada laga terakhir musim. Lecce akan menjamu Genoa, sementara Cremonese menghadapi Como di kandang sendiri.
Emil Audero menegaskan pentingnya fokus penuh pada pertandingan terakhir tersebut. Dia menilai kemenangan di Udinese harus menjadi modal mental, bukan akhir dari perjuangan.
"Kegembiraan hari ini adalah kegembiraan yang campur aduk. Kita harus melihat sisi positifnya karena kita memainkan pertandingan yang hebat dan berat. Segala sesuatunya berjalan buruk bagi kita, tetapi kita tidak bisa mengendalikannya. Apa yang bisa kita kendalikan, kita kendalikan. Kita menang dengan bermain sebaik mungkin," tutur Emil Audero di laman resmi Cremonese.
Dia juga menekankan pentingnya menjaga semangat hingga laga terakhir musim ini. Menurut dia, konsentrasi penuh menjadi kunci utama untuk bertahan di Serie A.
"Sekarang kita harus mengerahkan seluruh kemampuan kita di pertandingan terakhir, terutama fokus pada diri kita sendiri. Yang terpenting adalah memainkan pertandingan dengan keinginan dan semangat kompetitif yang tinggi. Como memiliki kualitas, tetapi kita harus melakukan bagian kita," tandas mantan kiper Juventus dan Inter Milan itu.
Emil Audero menjalani musim sebagai pemain pinjaman dari Como dan langsung menjadi andalan Cremonese sejak awal kompetisi. Meski sempat mengalami cedera, dia tetap dipercaya tampil reguler.
Sepanjang musim, dia mencatat 33 penampilan dengan 46 kali kebobolan. Selain itu, dia juga berhasil menggagalkan dua dari lima penalti lawan yang dihadapinya.
Catatan lain menunjukkan Emil Audero tiga kali masuk dalam Best XI Serie A musim ini. Meski performanya menonjol, nasib Cremonese masih harus ditentukan di laga penentu yang akan datang.
Editor: Reynaldi Hermawan