Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Maarten Paes Bongkar Sosok Kunci Transfer ke Ajax, Ternyata Bukan Jordi Cruyff!
Advertisement . Scroll to see content

10 Pemain Diaspora Pulang Kampung! Ini Dampaknya untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Senin, 02 Maret 2026 - 06:00:00 WIB
10 Pemain Diaspora Pulang Kampung! Ini Dampaknya untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Sebanyak 10 pemain diaspora kini berkarier di Super League 2025/2026, situasi ini dinilai memberi keuntungan bagi Timnas Indonesia jelang Piala AFF 2026.. (Foto: PSSI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idTimnas Indonesia mendapat angin segar setelah 10 pemain diaspora berkarier di Super League 2025/2026, situasi ini berpotensi menguntungkan Skuad Garuda jelang Piala AFF 2026. Fenomena tersebut menjadi sorotan karena jumlah pemain naturalisasi yang merumput di kompetisi domestik meningkat drastis musim ini.

Pada awal musim, lima pemain diaspora lebih dulu memilih bermain di Super League 2025/2026. Mereka adalah Jordi Amat, Eliano Reijnders, Thom Haye, Rafael Struick, dan Jens Raven.

Jumlah tersebut bertambah pada bursa transfer paruh musim. Lima pemain naturalisasi lain ikut merapat ke klub dalam negeri, yakni Shayne Pattynama, Mauro Zijlstra, Ivar Jenner, Dion Markx, dan Cyrus Margono.

Eksodus pemain diaspora kembali ke Tanah Air dinilai menjadi momentum penting bagi Timnas Indonesia. Terutama ketika Skuad Garuda menghadapi turnamen di luar kalender FIFA seperti Piala AFF 2026. Dalam situasi tersebut, pelatih John Herdman tidak perlu khawatir soal izin pelepasan pemain dari klub luar negeri.

Keuntungan Hanya Saat TC?

Meski terlihat menguntungkan, pengamat sepak bola nasional Kesit Budi Handoyo menilai dampaknya tidak terlalu besar. Dia menyebut keuntungan utama hanya terasa saat pemusatan latihan.

“Keuntungannya tidak banyak. Timnas hanya diuntungkan saat TC,” kata Kesit kepada iNews Media Group, Minggu (1/3/2026).

Dia menambahkan, “Para pemain diaspora yang berkiprah di Super League lebih mudah dikumpulkan dan sudah bisa langsung beradaptasi. Mereka lebih cepat menyatu dengan iklim sepakbola nasional, khususnya dengan pemain-pemain timnas yang berasal dari klub Super League.”

Menurut dia, situasi berbeda terjadi saat para pemain tersebut masih berkarier di luar negeri. Waktu perjalanan dan adaptasi menjadi tantangan tersendiri bagi tim pelatih.

“Berbeda ketika mereka masih bermain di luar, di mana mereka butuh waktu untuk tiba di Indonesia. Belum lagi adaptasi cuaca serta membangun chemistry,” terang dia.

Dalam waktu dekat, Timnas Indonesia akan tampil di ajang FIFA Series 2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 27-30 Maret 2026. Turnamen mini ini menghadirkan empat negara dari konfederasi berbeda, yakni Indonesia, Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan St. Kitts and Nevis.

Skuad Garuda dijadwalkan menghadapi St. Kitts and Nevis pada 27 Maret 2026. Jika menang, tim asuhan John Herdman melaju ke partai final dan bertemu pemenang laga Kepulauan Solomon melawan Bulgaria. Momentum banyaknya pemain diaspora di Super League menjadi salah satu faktor yang bisa dimaksimalkan menjelang agenda penting tersebut dan Piala AFF 2026.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut