Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ubed Sebut Keputusan Wasit Bikin Goyah dan Akhirnya Tersingkir di BAC 2026
Advertisement . Scroll to see content

Tersingkir di BAC 2026, Raymond/Joaquin Akui Kesalahan Fatal di Poin Kritis

Rabu, 08 April 2026 - 17:52:00 WIB
Tersingkir di BAC 2026, Raymond/Joaquin Akui Kesalahan Fatal di Poin Kritis
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin tersingkir dari Badminton Asia Championships (BAC) 2026. (Foto: PBSI)
Advertisement . Scroll to see content

NINGBO, iNews.id – Raymond Indra/Nikolaus Joaquin tersingkir dari Badminton Asia Championships (BAC) 2026 setelah kalah dramatis dalam duel tiga gim yang berlangsung ketat.

Ganda putra Indonesia itu tumbang dari pasangan Korea Selatan, Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju, dengan skor 21-11, 15-21, dan 23-25 pada babak 32 besar di Ningbo Olympics Sports Center Gymnasium, Rabu (8/4/2026).

Hasil ini terasa menyakitkan karena Raymond/Joaquin sempat memberi perlawanan sengit hingga poin-poin akhir gim penentuan. Namun, mereka mengakui ada kesalahan krusial yang membuat peluang kemenangan lepas.

“Mainnya lumayan oke, hanya hasilnya kurang maksimal. Di poin-poin terakhir kami banyak mengangkat bola jadi kami banyak terserang,” ujar Raymond, dikutip dari rilis PBSI.

Dia menilai strategi di akhir pertandingan kurang efektif. Bola-bola tanggung justru memberi kesempatan lawan untuk melancarkan serangan balik.

Raymond juga mengungkap antisipasi awal tidak berjalan sesuai rencana. Dia memperkirakan lawan akan langsung bermain agresif sejak awal.

“Antisipasi kami terhadap lawan mengira akan banyak menyerang, namun di game pertama lawan malah melambatkan tempo dan bermain satu-satu,” katanya.


Duel Ketat hingga Poin Penentuan

Nikolaus Joaquin mengakui kejutan strategi lawan sempat membuat mereka terlambat beradaptasi di gim pertama. Hal itu berdampak pada hasil yang kurang maksimal di awal laga.

“Di game pertama kami kaget dengan pola lawan, kami telat antisipasi. Di game kedua kami mencoba bermain sesuai tempo permainan kami dan itu berhasil,” ujarnya.

Pada gim kedua, Raymond/Joaquin berhasil bangkit dan mengontrol permainan. Mereka memaksakan pertandingan berlanjut ke gim ketiga setelah menang 21-15.

Namun, gim penentuan berjalan sangat ketat. Kedua pasangan saling kejar poin tanpa ada yang benar-benar dominan.

“Memang di game ketiga cukup ketat, kami kejar-kejaran poin dan di setting poin pun kami tidak pernah memimpin,” katanya.

Joaquin juga menyinggung faktor keberuntungan di poin akhir. Selain itu, kesalahan sendiri kembali muncul di momen krusial.

“Di poin akhir itu mungkin ada faktor keberuntungan juga namun kami juga banyak mengangkat bola jadi musuh kans menyerangnya lebih besar dari kami,” ujarnya.

Selain itu, lawan dinilai memiliki keunggulan dalam permainan drive dan pertahanan. Kombinasi tersebut membuat tekanan terus datang di sepanjang laga.

“Lawan memiliki keunggulan di bagian bola-bola drive dan Kang Min Hyuk di depannya nutup, serta defence di arah badannya mereka cukup baik dibandingkan kami buat lari-lari,” ujarnya.

Dalam jalannya pertandingan, Raymond/Joaquin sempat kesulitan di gim pertama dan tertinggal 7-11 di interval sebelum akhirnya kalah 11-21.

Mereka bangkit di gim kedua dengan permainan lebih agresif dan unggul 11-10 di interval, lalu menutup gim dengan skor 21-15.

Di gim ketiga, duel berjalan sengit hingga deuce. Namun, Raymond/Joaquin akhirnya harus mengakui keunggulan lawan setelah kalah tipis 23-25.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut