Tersingkir di Australian Open 2026, Devin/Ali Akui Ulangi Kesalahan yang Sama seperti Indonesia Open
Dia menegaskan hasil di Australian Open 2026 harus menjadi bahan pembelajaran penting. Salah satu aspek yang perlu diperbaiki adalah kemampuan mengelola situasi ketika sedang berada dalam tekanan dan tertinggal angka dari lawan.
"Kami harus belajar bagaimana mengatasi situasi ketika sedang ketinggalan," ujarnya.
Ali Faathir Rayhan juga mengakui dirinya dan Devin sempat berusaha mengejar ketertinggalan pada gim ketiga. Namun, setiap kali berhasil mendekat, lawan kembali menjauh dan mengendalikan jalannya pertandingan.
Menurut Ali, masalah konsistensi fokus masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi. Selain itu, pola permainan mereka dinilai terlalu mudah dibaca lawan.
"Kami tadi sempat mengejar tapi jauh lagi poinnya, belum bisa konsisten fokusnya dan cara mainnya. Ini jadi evaluasi dan pelajaran kami ke depan," tutur Ali.