Skandal Pelatnas Panjat Tebing, FPTI Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual hingga Potongan Bonus 50 Persen
JAKARTA, iNews.id – Pelatnas panjat tebing Indonesia digegerkan laporan atlet terkait dugaan kekerasan seksual dan praktik pemotongan bonus hingga 50 persen. Kasus ini muncul dari pengakuan sejumlah atlet yang disampaikan kepada Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).
Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan tindakan tidak pantas yang diduga dilakukan oleh seorang pelatih di lingkungan pemusatan latihan nasional. Informasi itu kemudian memicu perhatian serius dari federasi.
Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, memberikan penjelasan terkait perkembangan laporan yang diterima. Dia menyebut laporan atlet tidak hanya berkaitan dengan dugaan kekerasan seksual.
Menurut dia, muncul pula dugaan praktik pemotongan bonus atlet dengan jumlah yang cukup besar. Angkanya bahkan disebut mencapai 50 persen dari bonus yang diterima atlet.
Skandal Pelatnas Panjat Tebing, NOC Indonesia Kawal Investigasi Hingga Tuntas
Kasus ini telah masuk ke jalur hukum. Sejumlah atlet yang menjadi korban sudah menyampaikan laporan resmi kepada pihak kepolisian.
Dugaan Pelecehan di Pelatnas Panjat Tebing, Erick Thohir Siapkan Hukuman Seumur Hidup
Yenny Wahid menegaskan federasi mengambil sikap tegas terhadap dugaan kekerasan seksual di lingkungan pelatnas. FPTI menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap tindakan tersebut.
Dia menyatakan federasi mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan. Langkah ini diambil untuk memastikan perlindungan bagi para atlet.
8 Atlet Panjat Tebing Diduga Jadi Korban Kekerasan, Komisi X DPR RI Desak Hukuman Maksimal
FPTI juga memberikan pendampingan hukum kepada atlet yang melapor. Pendampingan tersebut bertujuan membantu korban selama proses hukum berlangsung.
Selain itu, federasi telah menonaktifkan pelatih yang menjadi terduga pelaku. Keputusan ini diambil sebagai langkah awal sambil menunggu proses hukum berjalan.
Pelatih Panjat Tebing Diduga Lecehkan 8 Atlet Pelatnas, DPR: Usut Tuntas!
FPTI juga menyiapkan sistem safeguarding untuk memperkuat perlindungan atlet. Sistem tersebut dirancang menjaga keamanan, keselamatan, serta martabat atlet di lingkungan pelatnas panjat tebing Indonesia.
Editor: Abdul Haris