Sebelum Meninggal, Ternyata Markis Kido Punya Riwayat Hipertensi
JAKARTA, iNews.id- Candra Wijaya mengungkapkan Markis Kido memiliki semangat pantang menyerah semasa hidupnya. Dia tetap ingin memberikan kontribusi kepada bulu tangkis Indonesia meski memiliki masalah pada kesehatannya.
Candra Wijaya mengatakan Kido memiliki riwayat penyakit hipertensi atau darah tinggi. Namun, Candra mengatakan penyakit itu tak menghalangi semangat Kido.
“Dia memang sebelumnya ada rekam medis hipertensi sudah dari lama, memang dia itu manusia super,” kata Candra Wijaya, di TPU Cipinang, Selasa (15/6/2021).
Candra juga mengatakan gegara hipertensi itu Kido sempat gagal menjalani vaksinasi Covid-19.
“Sempat pernah ingin vaksin Covid-19 bareng, tapi dia tertunda karena tensinya sedang tinggi,” ujar Candra.
Kido meninggal dunia pada Senin (14/6/2021). Dia meninggal dunia akibat serangan jatung saat bermain bulu tangkis.
Meski telah berusia 36 tahun, semangat Markis Kido untuk bulutangkis tidak pudar dengan tetap melatih. Kepergiannya membuat Kido meninggalkan seorang istri, Richasari Pawestri dan dua orang putri.
Pada pukul 11.02 WIB, jasad Kido telah dikebumikan di TPU Kebon Nanas, Cipinang, Jakarta Timur. Isak tangis keluarga dan istri pun mengiringi kepergian Kido.
Sang istri, Richasari tidak bisa membendung rasa tangisnya. Pada momen itu, adik kandung Kido yakni Bona Septano, terlihat menggandeng Richasari yang tengah menangis dengan wajahnya memerah.
Editor: Ibnu Hariyanto