Rehan/Gloria Tumbang di Singapore Open 2026, Comeback Setelah 9 Bulan Langsung Bikin Harapan Baru
KALLANG, iNews.id – Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja terhenti pada babak 32 besar Singapore Open 2026 usai kalah dari pasangan unggulan keempat asal Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue, Selasa (26/5/2026). Meski kalah 18-21 dan 19-21, penampilan comeback pasangan Indonesia ini tetap mencuri perhatian setelah sembilan bulan absen dari turnamen internasional.
Bertanding di Singapore Indoor Stadium, Kallang, Singapura, Rehan/Gloria mampu memberikan perlawanan ketat sepanjang pertandingan. Mereka sempat menekan lawan di beberapa momen penting, tetapi penyelesaian akhir masih menjadi kendala utama.
Gloria mengaku bersyukur bisa kembali tampil kompetitif setelah lama menepi. Dia menilai performa mereka cukup positif meski belum berhasil mengamankan kemenangan.
“Bersyukur dari awal sampai akhir tidak ada sesuatu yang tidak diinginkan. Bersyukur juga hari ini kami bisa tampil dengan baik setelah sembilan bulan absen. Walaupun kalah tapi bukan kalah yang telak atau main jelek, hanya memang finishingnya masih jadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi,” tuturnya.
Menurut Gloria, faktor emosi dan kontrol permainan menjadi masalah utama terutama pada akhir gim pertama. Dia menyebut keinginan besar untuk menang justru membuat permainan menjadi terburu-buru.
“Ke pertandingan tadi terutama di gim pertama akhir, kami main terlalu grasa-grusu, rasa kepengennya belum bisa terkontrol. Ini normal karena turnamen pertama setelah lama tidak main dan ini jadi pelajaran kami untuk bisa kontrol emosi, lebih tenang dan ditingkatkan lagi non teknisnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Rehan merasa cukup puas dengan proses comeback yang dijalaninya di Singapore Open 2026. Dia menyebut semua program latihan yang dipersiapkan sudah mulai terlihat di lapangan.
“Alhamdulillah hari ini berjalan lancar bagi saya, apa yang sudah disiapkan di latihan bisa dikeluarkan. Belum menang tapi ini proses yang harus dijalani,” katanya.
Rehan juga memberi perhatian besar terhadap kondisi lutut dan ototnya setelah kembali bertanding. Dia tidak ingin memaksakan diri demi menjaga karier dalam jangka panjang.
“Saya ingin cepat kembali ke performa terbaik tapi saya juga harus bisa jaga kondisi lututnya, ototnya karena saya di sini tidak untuk satu, dua atau tiga turnamen saja. Saya ingin terus berlanjut apalagi tahun depan format 15x3 sudah berjalan jadi mungkin akan lebih menguntungkan buat kami,” jelasnya.
Pemain berusia 25 tahun itu mengakui dirinya sempat terlena saat pertandingan berlangsung. Kondisi tersebut membuat permainannya lebih lepas, tetapi juga berisiko bila terlalu memaksakan gerakan.
“Tadi memang saat di lapangan, saya suka lupa jadi mainnya bisa lepas. Tapi ini juga bahaya karena kalau lupa kadang bisa tidak hati-hati juga, ini yang harus saya ingat terus. Senior-senior saya yang pernah mengalami hal yang sama juga selalu berpesan mengenai ini, jadi sebisa mungkin untuk tidak terlalu memaksa banget,” paparnya.
Meski gagal melangkah ke babak berikutnya, Rehan/Gloria tetap membawa modal penting menuju Indonesia Open 2026 pekan depan. Keduanya berharap bisa tampil lebih solid setelah kembali merasakan atmosfer pertandingan kompetitif.
“Mudah-mudahan minggu depan di Indonesia Open, penampilan kami bisa lebih baik,” ujar Rehan.
Editor: Abdul Haris