Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Aprilia Menggila di Brasil! Bezzecchi Menang, Jorge Martin Runner up, Bos Beri Peringatan
Advertisement . Scroll to see content

Pesan Rahasia Valentino Rossi Bikin Marco Bezzecchi Menggila di MotoGP Brasil 2026, Juara Tanpa Tanding!

Rabu, 25 Maret 2026 - 18:30:00 WIB
Pesan Rahasia Valentino Rossi Bikin Marco Bezzecchi Menggila di MotoGP Brasil 2026, Juara Tanpa Tanding!
Marco Bezzecchi memenangi balapan utama MotoGP Brasil 2026 di Sirkuit Ayrton Senna, Senin (23/3/2026) dini hari WIB. (Foto: IG @marcobez72)
Advertisement . Scroll to see content

GOIANIA, iNews.id – Marco Bezzecchi tampil bak kesetanan di MotoGP Brasil 2026, Minggu (20/10/2024), dan mengklaim kemenangan keempat berturut-turut setelah sesi latihan yang mengerikan. 

Apa rahasia di balik performa spektakulernya? Sebuah pesan teks penuh semangat dari mentornya, legenda MotoGP Valentino Rossi, yang memberinya dorongan ekstra sebelum balapan.

Akhir pekan di Goiania awalnya terlihat suram bagi pembalap Aprilia Racing tersebut. Kurangnya kepercayaan diri akibat kondisi lintasan yang tidak menentu pada Jumat sore membuatnya terlempar dari zona Q2, tercecer di posisi ke-20. Hasil ini jelas jauh dari harapan seorang pebalap yang sedang berjuang memperebutkan gelar juara dunia.


Bangkit dari Keterpurukan

Meski harus berjuang dari Q1, Bezzecchi berhasil menempatkan Aprilia di posisi kedua grid saat kualifikasi. Namun, di balapan sprint, dia kembali kesulitan, hanya mampu finis di posisi keempat. Tekanan semakin memuncak mengingat dia bersaing ketat dengan rekan satu timnya.

Namun, di balapan utama yang dipersingkat menjadi 23 lap, dia menunjukkan dominasinya yang telah terlihat di Thailand. Bezzecchi memimpin balapan dari awal hingga akhir, mengukuhkan kemenangan spektakuler itu. Keberhasilan ini tidak hanya memperpanjang rekor kemenangannya, tetapi juga memperlebar jarak di puncak klasemen.

Kini, Bezzecchi memimpin klasemen kejuaraan dengan selisih 11 poin dari rekan setimnya, Jorge Martin, yang baru saja meraih podium pertamanya sejak kemenangan di Grand Prix Solidaritas 2024 saat dia merebut gelar. Persaingan kian memanas, dan setiap poin menjadi sangat berharga.

Berbicara kepada Sky Italy setelah balapan, Bezzecchi mengungkapkan ada sebuah faktor non-teknis yang berperan besar dalam kemenangannya. Juara dunia sembilan kali, Valentino Rossi, mengirimkan pesan teks kepadanya sesaat sebelum balapan untuk menjaga semangatnya tetap tinggi. Rossi dikenal sebagai mentor yang selalu memberikan dukungan moral kepada para pebalap binaannya.

"Ya, itu luar biasa, hari yang hebat, balapan yang hebat," serunya dengan gembira. Dia melanjutkan, "Saya sangat senang karena, mengingat posisi kami pada Jumat, sejujurnya saya tidak pernah berpikir kami akan bisa menang." Ini menunjukkan betapa besar keraguan yang sempat melingkupinya.

Dia menjelaskan, "Kami membuat peningkatan besar kemarin, kami bekerja keras tadi malam, dan saya merasa baik sejak awal pagi ini." Namun, ada satu hal lagi yang menjadi pembeda. "Dan Vale mengirimi saya pesan; itu juga memberi saya motivasi ekstra." Pesan sederhana itu ternyata mampu membakar semangatnya.

"Dia bilang saya sedang dalam performa terbaik; dia bilang, 'Terus lanjutkan, Bez, ayo, ayo!'" ungkap Bezzecchi. Dia menambahkan, "Dan saya memercayainya, saya merasa baik, dan itu luar biasa. Saya sangat senang." Mendapat pengakuan dan dorongan dari sang legenda tentu menjadi suntikan energi yang tak ternilai.

Bezzecchi juga mengakui adanya langkah besar dalam pengaturan motornya dari Sabtu ke Minggu yang membantu performanya di Grand Prix. Ban belakang medium memberikan stabilitas lebih pada motor RS-GP miliknya, menjadikannya lebih mudah dikendalikan di lintasan. Kombinasi faktor teknis dan non-teknis ini menjadi kunci kemenangannya.

Dia merenungkan akhir pekannya yang penuh drama, "Pada Jumat, saya sempat terdiam, satu setengah jam setelah sesi dan setelah wawancara, ketika saya berkata, 'Saya benar-benar payah hari ini. Mengapa saya sangat lambat?'" Dia merasa bingung dan kecewa. "Saya tidak mengerti. Kemudian saya merasa tidak enak badan."

"Tetapi sampai Anda melihat semua data dengan cermat, Anda tidak akan pernah mengerti, dan Anda akan terus bertanya-tanya," dia menjelaskan. "Setelah itu, kami melihat beberapa hal dari gaya berkendara, saya bisa membuat beberapa peningkatan, dan motor jelas bisa sedikit lebih baik selama akhir pekan."

"Kemudian kondisi lintasan juga sulit, tetapi itu bukan alasan karena pada akhirnya, kondisi itu sama untuk semua orang, dan kami berhasil meraih hasil yang bagus," dia menyimpulkan. "Setelah Sabtu, saya benar-benar sangat bersemangat, saya termotivasi, dan saya berhasil melakukan kualifikasi dengan baik, yang sangat penting."

"Saya sangat gugup, tetapi saya tahu itu akan sangat penting," katanya. "Dan meskipun saya tidak berada di tempat yang tepat di balapan sprint, saya tahu saya masih bisa menyempurnakan sesuatu." Dia menambahkan, "Jelas, dengan kecepatan rata-rata, saya tidak menyangka akan merasa begitu baik, karena belum pernah mengendarai di kondisi seperti itu, tetapi pada akhirnya berjalan dengan baik."

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut