Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Alwi Farhan Pakai Ilmu Ketapel untuk Bungkam Hujan Kritik
Advertisement . Scroll to see content

Pengakuan Jujur Sabar/Reza usai Gagal Juara Australian Open 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 10:51:00 WIB
Pengakuan Jujur Sabar/Reza usai Gagal Juara Australian Open 2026
Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani memetik pelajaran berharga meski gagal juara Australian Open 2026. (Foto: PBSI)
Advertisement . Scroll to see content

SYDNEY, iNews.id –Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani gagal juara Australian Open 2026 setelah takluk dari ganda putra China, Chen Bo Yang/Liu Yi. Kekalahan itu menjadi pelajaran mahal bagi Sabar/Reza untuk bangkit di turnamen berikutnya.

Sabar/Reza harus mengakui keunggulan Chen/Liu pada laga final Australian Open 2026. Duel berlangsung di Quaycentre, Olympic Boulevard, Sydney, Australia, Minggu (14/6/2026).

Ganda putra Indonesia itu kalah dua gim langsung dengan skor 15-21, 19-21. Hasil tersebut membuat Sabar/Reza harus puas finis sebagai runner-up.

Sabar Karyaman Gutama menilai Chen/Liu tampil lebih solid sepanjang pertandingan. Menurutnya, lawan bermain lebih aman dan memiliki pertahanan lebih rapat.

“Di sini mereka main jauh lebih safe, jauh lebih rapat pertahanannya. Mereka benar-benar jauh lebih baik dari kami hari ini,” kata Sabar dalam keterangannya.


Sabar/Reza Ambil Pelajaran Besar

Sabar tidak ingin terlalu larut dalam kekecewaan. Dia menilai hasil di Australian Open 2026 tetap punya arti penting untuk perjalanan mereka.

“Walau belum berhasil juara tapi pastinya hasil ini benar-benar sangat penting, semoga jadi titik balik kami berdua untuk perform dan lebih percaya diri di kejuaraan-kejuaraan berikutnya,” tambahnya.

Moh Reza Pahlevi Isfahani juga mencoba melihat sisi positif dari kekalahan tersebut. Dia bersyukur bisa menyelesaikan pertandingan final tanpa cedera.

Bagi Reza, kondisi fisik menjadi modal penting untuk menghadapi agenda berikutnya. Dia juga mengakui Sabar/Reza sempat kesulitan menghadapi tekanan pola permainan Chen/Liu sejak awal laga.

“Tetap bersyukur bisa menyelesaikan pertandingan ini tanpa cedera. Tadi kami awal-awal tertekan dengan pola permainan mereka,” katanya.

Reza menyebut suasana pertandingan di Australia berbeda dengan Indonesia Open. Salah satu faktor yang terasa adalah karakter bola yang lebih berat.

“Di sini suasananya berbeda dengan di Indonesia Open kemarin karena di sini dari segi bola agak berat jadi sesuai dengan pola mereka. Mereka nggak gampang mati (langkah) dan itu tadi bikin kami agak hilang fokus,” sambungnya.

Kondisi tersebut membuat Chen/Liu lebih nyaman mengembangkan permainan. Sabar/Reza pun harus bekerja lebih keras untuk keluar dari tekanan.

Meski gagal meraih gelar, pencapaian ke final Australian Open 2026 tetap menjadi sinyal positif bagi Sabar/Reza. Mereka kini punya bekal evaluasi penting untuk tampil lebih percaya diri di kejuaraan berikutnya.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut