Pembalap Jepang Ini Suka dengan Format Baru MotoGP, Begini Pengakuannya
MONAKO, iNews.id- Pembalap LCR Honda, Takaaki Nakagami senang dengan format baru yang diterapkan di MotoGP 2023. Menurutnya, format baru MotoGP sangat menantang dan menguras mental.
MotoGP 2023 menghadirkan format baru di kelas utama. Adanya tambahan balapan sprint pada hari Sabtu membuat para pembalap harus membalap dua kali di setiap serinya.
Hal itu dilakukan karena Dorna Sport, selaku penyelenggara, ingin menambah daya tarik MotoGP untuk ditonton langsung ke sirkuit oleh para penggemarnya. Sebab, disinyalir dalam dua musim terakhir jumlah penonton di sirkuit berkurang cukup banyak.
Beberapa pembalap mengaku senang dengan format tersebut. Namun, tak sedikit pula yang tak menyukainya, termasuk sang juara bertahan dari Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, karena menurutnya sprint tak membutuhkan banyak strategi untuk menang.
Dirut Pertamina: MotoGP Mandalika 2023 Dorong Geliat Perekonomian Daerah dan Nasional
Setelah delapan seri berjalan, Nakagami termasuk dalam kalangan pembalap yang senang dengan format baru tersebut. Sebab menurutnya, adanya sprint memberikan tontonan yang semakin menghibur para penggemar MotoGP di seluruh dunia, termasuk yang datang langsung ke sirkuit.
“Jujur, sejauh ini saya suka format baru. Saya percaya itu baik. Lebih baik untuk para penggemar pastinya, ini pertunjukan yang bagus,” kata Nakagami dilansir dari Speedweek, Senin (31/7/2023).
Jorge Lorenzo Khawatir Motor MotoGP Makin Cepat, Singgung Kesehatan Pembalap
Kendati demikian, rider asal Jepang itu menilai adanya dua balapan di setiap seri sangat menguras mentalnya. Sebab, meski jarak balapannya hanya setengah, sprint juga membutuhkan persiapan yang sama seperti balapan utama.
“Tetapi pada saat yang sama, secara fisik tidak ada masalah, tetapi secara mental, sulit,” kata pembalap berusia 31 tahun itu.
“Oke, pada hari Sabtu jaraknya hanya setengah, tetapi secara mental Anda harus mempersiapkannya dengan cara yang sama seperti untuk balapan hari Minggu, persis sama. Setelah sprint race, saya merasa seperti kehabisan energi di kepala saya,” tambahnya.
MotoGP di Sirkuit Mandalika Digelar 13-15 Oktober, Harga Tiket Termurah Rp250.000
“Tetapi Anda harus ingat bahwa ini belum berakhir. Anda harus bersiap untuk hari berikutnya dan jarak balapan normal. Jadi, Anda harus melihat bagaimana memulihkan secepat mungkin hingga keesokan paginya. Tapi kemudian ada janji media dan begitu banyak kewajiban lain yang harus kami penuhi di balapan akhir pekan,” tuturnya.
Meski begitu, Nakagami sangat senang bisa lebih dekat dengan para penggemar MotoGP dengan adanya parade sebelum sprint di setiap hari Sabtu. Terlebih, jika mengingat kosongnya sirkuit ketika pandemi Covid-19 melanda dunia.
Yamaha dan Honda Melempem di MotoGP, Jorge Lorenzo Semprot Pembalap
“Tapi senang bisa lebih dekat dengan para penggemar. Semakin banyak orang yang datang, seperti di Le Mans atau di Sachsenring, itu sangat menyenangkan. Apalagi jika mengingat kembali bahwa sirkuit di tahun 2020 benar-benar kosong,” katanya.
Editor: Ibnu Hariyanto