Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tegas! Hamas Tak Akan Serahkan Senjata ke Israel dan AS
Advertisement . Scroll to see content

Pejudo Aljazair Diskors 10 Tahun Usai Menolak Lawan Israel di Olimpiade Tokyo 2020

Jumat, 17 September 2021 - 10:46:00 WIB
Pejudo Aljazair Diskors 10 Tahun Usai Menolak Lawan Israel di Olimpiade Tokyo 2020
Judoka Aljazair, Fethi Nourine tetap berlatih seusai dipulangkan dari Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: Youtube/HM Sport)
Advertisement . Scroll to see content

ALJIR, iNews.id - Hukuman skors diterima atlet judoAljazair, Fethi Nourine setelah mewakili negaranya di Olimpiade Tokyo 2020. Dalam ajang olahraga terakbar itu, Nourine menolak bertanding melawan wakil Israel yang membuatnya dijatuhi hukuman tersebut.

Nourine memang menjadi sorotan dalam Olimpiade ke-32 atas keputusannya itu. Hukuman skors selama 10 tahun pun dijatuhi pada atlet berusia 30 tahun tersebut. Tak hanya Nourine, karena sang pelatih, Amar Benikhlef juga dijatuhkan hukuman yang sama.

Menurut laporan RT, Kamis (16/9/2021), Federasi Judo Internasional (IJF) menilai tindakan Nourine dan pelatihnya sudah menyalahi aturan kode etik yang ada. Mereka menganggap Nourine dan Benikhlef malah menyebar propaganda politik dan agama di Olimpiade.

Oleh karena itu, IJF menjatuhkan hukuman larangan berpartisipasi dalam segala ajang judo untuk Nourine dan sang pelatih selama 10 tahun hingga 23 Juli 2031. Secara tidak langsung, Nourine seperti dipaksa pensiun dini karena sekarang dia sudah menginjak usia kepala tiga.

Untungnya, Nourine dan pelatihnya masih bisa mengajukan banding untuk meringankan hukumannya kepada Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Sebelumnya, tindakan Nourine dan sang pelatih menuai kritik keras dari berbagai pihak.

Kala itu, Nourine yang turun dalam nomor 73 kilogram (kg) putra cabang olahraga (cabor) Judo Olimpiade Tokyo 2020 sedang berhadapan dengan pejudo asal Sudan, Mohamed Abdalrasool. Pemenang partai itu akan langsung berhadapan dengan atlet Israel di babak berikutnya.

Mengetahui hal itu, Nourine dan sang pelatih langsung mengambil langkah tegas untuk menolak bertanding dengan atlet Israel, Tohar Butbul jika lolos ke babak selanjutnya. Hal ini berkaitan dengan dukungannya pada Palestina. 

Imbasnya, Nourine dan sang pelatih langsung dipulangkan oleh Komite Olimpiade Aljazair (AOC) ke Aljazair. Selain itu, AOC juga secara tegas menarik akreditasi milik Fethi Nourine dan Amar Benikhlef.

Adapun Nourine tampak tidak takut dan menyesal dengan keputusan yang dibuatnya. "Saya akan tetap mempertahankan apa yang saya anggap benar dan percaya," ungkap Nourine beberapa waktu lalu, dikutip dari SNTV.

Editor: Dimas Wahyu Indrajaya

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut