Pecah Telur! Anthony Ginting Akhirnya Libas Jago Bulu Tangkis China Shi Yuqi
TOKYO, iNews.id – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting akhirnya bisa mengalahkan jagoan China, Shi Yuqi. Sebelumnya, Ginting selalu kalah dalam enam pertemuan terakhir di berbagai turnamen.
Sebagaimana diketahui, Ginting berhasil mengalahkan Shi Yuqi pada babak 16 besar Kejuaraan Dunia 2022. Bermain di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Jepang pada Kamis (25/8/2022), Ginting susah payah mengalahkan Shi Yuqi lewat rubber gim dengan skor akhir 21-11, 13-21, dan 21-18.
Perlu diketahui, hasil ini membuat Ginting meraih kemenangan pertama atas Shi Yuqi. Dalam enam pertemuan sebelumnya, pebulu tangkis berusia 25 tahun itu selalu kalah dari Shi Yuqi di berbagai kompetisi.
Pertemuan pertama kedua pebulu tangkis terjadi di level junior, di mana keduanya bermain di Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2014. Kala itu, Ginting takluk dari Shi Yuqi dalam dua gim 19-21, 15-21.
Kisah Srikanth Kidambi, Tunggal Putra India Cetak Sejarah Manis di Final Kejuaraan Dunia
Pada tiga pertemuan selanjutnya di Jerman Open 2018, dan China Open 2018, Ginting harus takluk dalam permainan tiga gim. Sementara, pada Asian Games 2018, Ginting harus mundur karena cedera.
Hasil Kejuaraan Dunia 2022: Libas Wang Tzu Wei, Jonatan Christie Vs Chou Tien Chen di Perempat Final
Pada BWF World Tour Finals 2018, Ginting kembali kalah dari Shi Yuqi 8-21, 19-21. Terakhir, Shi Yuqi semakin mempertegas keunggulannya atas Ginting dalam ajang Swiss Open 2019. Shi Yuqi berhasil menang dalam dua gim 21-9, 21-17.
Dengan begitu, kemenangan pertama Ginting di pertemuan ketujuh dengan Shi Yuqi ini patut mendapatkan apresiasi. Terlebih lagi, pebulu tangkis asal Cimahi, Bandung itu berhasil mengalahkan Shi Yuqi di turnamen selevel Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2022.
Hasil Kejuaraan Dunia 2022: Dibekuk Wang/Huang, Rinov/Pitha Tersingkir
Adapun kemenangan itu membawa Ginting ke babak perempat final. Ujian sebenarnya tersaji di babak ini karena dia akan melawan sang raja tunggal putra masa kini, Viktor Axelsen.
Editor: Dimas Wahyu Indrajaya