Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Marc Marquez Tiga Kali Jatuh, Ducati Tetap Yakin Juara Sejak Seri Pembuka MotoGP Thailand 2026
Advertisement . Scroll to see content

MotoGP Finalisasi Gaji Minimum Rp9,9 Miliar per Musim, Kesenjangan Kontrak Dipangkas

Rabu, 25 Februari 2026 - 06:03:00 WIB
MotoGP Finalisasi Gaji Minimum Rp9,9 Miliar per Musim, Kesenjangan Kontrak Dipangkas
MotoGP memfinalisasi aturan gaji minimum 500.000 euro atau sekitar Rp9,9 miliar per musim untuk pembalap kelas utama mulai periode regulasi baru. (Foto: MotoGP)
Advertisement . Scroll to see content

MADRID, iNews.id – MotoGP memasuki tahap akhir penerapan aturan gaji minimum 500.000 euro atau sekitar Rp9,9 miliar per musim bagi pembalap kelas utama. Kebijakan ini bertujuan mengurangi kesenjangan kontrak yang selama ini mencolok di grid.

Regulasi tersebut tengah difinalisasi sebelum diratifikasi. Klausul gaji minimum sudah tercantum dalam draf kontrak baru yang mengatur hubungan antara pemegang hak komersial kejuaraan dan para peserta.

Selama beberapa tahun terakhir, disparitas penghasilan pembalap menjadi sorotan. Beberapa bintang seperti Marc Marquez dan Fabio Quartararo menerima gaji pokok di atas 10 juta euro atau sekitar Rp198,7 miliar per musim.

Di sisi lain, ada kontrak pembalap yang nilainya mendekati kelas bawah. Bahkan sebagian menerima bayaran di bawah 120.000 euro atau sekitar Rp2,38 miliar per tahun.

Dengan penerapan batas minimum 500.000 euro, selisih tersebut akan dipersempit. Angka itu tidak termasuk bonus berbasis performa atau insentif lainnya.


Dibahas di Buriram

MotoGP Sports Entertainment, yang sebelumnya dikenal sebagai Dorna, bersama tim-tim peserta telah membahas proposal ini dalam waktu cukup lama. Proses kini memasuki fase akhir sebelum pengesahan resmi.

Motorcycle Sports Manufacturers Association dijadwalkan membahas klausul tersebut dalam pertemuan di Buriram, Thailand. Lokasi ini juga menjadi tempat pembuka musim yang berlangsung akhir pekan ini.

Pembahasan berlangsung bersamaan dengan perjanjian lima tahun yang akan mengatur kerangka komersial periode 2027 hingga 2031. Regulasi baru itu menjadi fondasi hubungan antara promotor dan peserta kejuaraan.

Dorongan penerapan gaji minimum bukan hal baru di MotoGP. Wacana tersebut muncul dari diskusi para pembalap yang ingin membentuk asosiasi guna melindungi kepentingan mereka.

Pertemuan sempat dilakukan dan nama Sylvain Guintoli pernah diusulkan sebagai juru bicara kelompok pembalap. Namun rencana itu tertunda karena ketidakpastian pendanaan untuk peran tersebut.

Kini, melalui jalur regulasi resmi, MotoGP bersiap menghadirkan standar gaji minimum bagi pembalap kelas utama. Jika disahkan, kebijakan ini akan menjadi salah satu perubahan penting dalam struktur finansial kejuaraan dunia balap motor tersebut.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut