Mike Tyson Sebut Petinju Tak Tertandingi Sepanjang Masa: Raksasa yang Rela Mati di Ring
NEW YORK, iNews.id – Mike Tyson sebut petinju tak tertandingi sepanjang masa. Sosok tersebut dia ibaratkan sebagai raksasa yang selalu rela mati di atas ring.
Mike Tyson salah satu petinju terbaik yang pernah beraksi di muka bumi. Legenda yang dijuluki Si Leher Beton itu menjadi petinju pertama di kelas berat yang secara bersamaan memegang sabuk juara WBA, WBC, dan IBF.
Dia terkenal punya pukulan mematikan yang kerap bikin lawan terkapar. Namun Mike Tyson menyebut ada satu petinju yang mampu mengalahkan kehebatannya. Orang yang dimaksudnya adalah almarhum, Muhammad Ali.
“Saya selalu berpikir saya adalah seseorang yang berengsek. Seorang yang kejam. Tapi Ali selalu menginspirasi. Saya tidak pernah menemukan orang yang benar-benar rela mati (di atas ring)," kata Tyson, dikutip dari Boxing News and Views, Selasa (30/11/2021).
“Saya sering bicara omong kosong (mati di atas ring) itu. Tapi perktaaan dia lah yang sebenarnya. Dia rela mati untuk olahraga ini. Sementara saya tidak akan mati untuk ini. Ali akan melawan Anda sampai mati. Anda harus membunuhnya," ujarnya.
Hasil Drawing BWF World Tour Finals 2021: Minions Segrup dengan Peraih Emas Olimpiade Tokyo
Saat ini banyak petinju kelas berat yang hebat. Salah satunya adalah Tyson Fury yang belum pernah kalah sepanjang kariernya. Tapi bagi Mike Tyson, Muhammad Ali tetap yang terbaik.
Daftar Lengkap Kontestan BWF World Tour Finals 2021: Indonesia Kirim 4 Wakil, 1 Debutan
“Ali itu raksasa. Tidak ada petarung lain yang bisa menandinginya,” terangnya.
Muhammad Ali mengawali kariernya di kancah tinju profesional dunia pada tahun 1960 lalu. Dia memainkan 61 laga dengan rincian 56 menang (37 KO) dan lima kali kalah.
Lionel Messi Raih Ballon dOr ke-7 setelah Cristiano Ronaldo Ngamuk di Instagram
Idola Lionel Messi itu pernah merebut sabuk juara kelas berat versi WBA, WBC dan The Ring. Tiga gelar tersebut diraihnya usai mengalahkan George Foreman dalam duel bertajuk Rumble in the Jungle yang berlangsung di Zaire pada tahun 1974.
Muhammad Ali meninggal dunia pada usia 74 tahun pada 2016. Sang legenda menderita gangguan pernapasan dan komplikasi yang disebabkan penyakit parkinson.
Editor: Reynaldi Hermawan