Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Usai Juara Umum SEA Games, Panahan Indonesia Pasang Target Tinggi di Asian Games 2026
Advertisement . Scroll to see content

Mental Kokoh Ana/Trias Bongkar Kebangkitan Indonesia dari Ketertinggalan 1-2 Lawan Malaysia!

Senin, 08 Desember 2025 - 19:00:00 WIB
Mental Kokoh Ana/Trias Bongkar Kebangkitan Indonesia dari Ketertinggalan 1-2 Lawan Malaysia!
Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, menang telak atas Go Pei Kee/Toh Ee Wei pada semifinal beregu putri SEA Games 2025 di Thammasat University Rangsit Campus, Pathum Thani, Senin (8/12/2025) siang. (Foto: PBSI)
Advertisement . Scroll to see content

PATHUM TANI, iNews.id – Kunci Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari keluar dari tekanan saat Indonesia tertinggal 1-2 dari Malaysia menjadi sorotan terbesar dalam kemenangan dramatis Tim bulu tangkis putri Indonesia pada semifinal beregu SEA Games Thailand 2025. Mental kokoh ganda putri andalan Merah-Putih ini menjadi penentu langkah Indonesia menuju final.

Indonesia sempat berada dalam posisi genting setelah Malaysia unggul dua partai. Pada duel krusial tersebut, beban besar berada di pundak Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari yang turun pada partai keempat untuk menjaga peluang hidup Indonesia.

Ana/Trias menjawab tekanan itu dengan permainan agresif dan penuh keyakinan. Mereka menghajar ganda Malaysia, Go Pei Kee/Toh Ee Wei, dua gim langsung 21-10 dan 21-9. Kemenangan telak itu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 sekaligus menghidupkan kembali asa Tim Putri Indonesia.

Pada partai penentuan, Mutiara Ayu Puspitasari tampil memastikan kemenangan dengan mengalahkan Siti Zulaikha. Hasil 3-2 ini mengantar Indonesia melaju ke final dan mengunci minimal medali perak SEA Games 2025.


Rahasia Ana/Trias Keluar dari Tekanan

Selepas pertandingan, Febriana membeberkan bagaimana dia dan Trias mampu mengatasi tekanan ketika nasib Indonesia berada di ujung tanduk. Dia menegaskan bahwa fokus menjadi kunci utama.

“Kami tidak terlalu memikirkan tekanan, kami hanya fokus main. Tidak memikirkan menang kalah tapi kami fokus di lapangan mau main seperti apa,” ujar Febriana dalam rilis PBSI, Senin (8/12/2025).

Dia juga menekankan bahwa kekuatan mental menjadi bagian penting dari perjuangan setiap pemain. Situasi tertekan tidak membuat mereka goyah, justru menjadi pemacu.

“Yang pasti daya juang setiap partai, itu semua ingin menang terutama mental namanya main pasti ada menang dan ada kalah tapi bagaimana kami mencoba di lapangan,” sambungnya.

Lebih jauh, tertinggal 1-2 disebut sebagai pecutan semangat. Sebelum pertandingan, mereka sudah mempelajari pola cepat pasangan Malaysia sehingga bisa menerapkan strategi tepat.

“Tertinggal 1-2 itu menjadi pecutan buat kami agar bisa membawa pertandingan ke partai ke-5. Persiapan jelang melawan pasangan Malaysia tadi dari pola mainnya harus selalu main cepat dan spesialisnya mereka dimana,” ungkap Febriana.

Dengan kemenangan bermodal mental kuat itu, Tim Putri Indonesia kini bersiap menghadapi tuan rumah Thailand pada final Rabu (10/12/2025). Partai puncak ini akan menentukan apakah Indonesia mampu membawa pulang emas bergengsi dari beregu putri.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut