Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jorge Martin Tak Puas Finis Keempat di MotoGP Thailand 2026, Bidik Target Lebih Tinggi di Brasil
Advertisement . Scroll to see content

Maverick Vinales Blak-blakan soal Keputusannya Tinggalkan Aprilia demi KTM

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:53:00 WIB
Maverick Vinales Blak-blakan soal Keputusannya Tinggalkan Aprilia demi KTM
Pembalap Red Bull KTM Tech 3, Maverick Vinales. (Foto: IG @maverick12official)
Advertisement . Scroll to see content

MADRID, iNews.id – Maverick Vinales blak-blakan soal keputusannya meninggalkan Aprilia demi KTM di MotoGP. Pembalap asal Spanyol tersebut menegaskan tidak memiliki penyesalan meski sejumlah perubahan besar terjadi di kedua tim setelah kepindahannya.

Maverick Vinales sebelumnya mencatat prestasi unik di MotoGP. Dia menjadi pembalap pertama di era MotoGP yang mampu meraih kemenangan bersama tiga pabrikan berbeda, yakni Suzuki, Yamaha, dan Aprilia.

Setelah Aleix Espargaro memutuskan pensiun, Vinales sempat diprediksi menjadi sosok utama di proyek Aprilia. Tim asal Italia itu juga mendatangkan juara dunia Jorge Martin untuk memperkuat skuad.

Namun situasi berubah ketika Vinales membuat keputusan mengejutkan. Dia memilih pindah ke tim Tech3 KTM untuk musim MotoGP 2025, sehingga Aprilia kemudian merekrut Marco Bezzecchi sebagai penggantinya.

Langkah Aprilia terbukti menghasilkan hasil besar. Bezzecchi membantu tim meraih musim terbaik di MotoGP dengan tiga kemenangan grand prix, tiga kemenangan Sprint, serta finis di posisi ketiga klasemen dunia.


Vinales Tegaskan Tak Menyesal

Di sisi lain, Vinales langsung terlibat dalam pengembangan proyek KTM. Dia membantu tim melewati masa sulit setelah krisis finansial yang terjadi pada musim dingin sebelum kompetisi dimulai.

Pembalap Spanyol tersebut bahkan sempat membuat kejutan pada balapan MotoGP Qatar. Dia memimpin balapan dan menyelesaikan lomba di posisi kedua sebelum akhirnya kehilangan hasil tersebut akibat penalti tekanan ban.

Meski hasil itu dianulir, performa tersebut memberi dorongan moral penting bagi KTM. Proyek tim kemudian berkembang dengan Pedro Acosta yang konsisten meraih podium pada paruh kedua musim hingga menutup kejuaraan di posisi keempat dunia.

Namun perjalanan musim Vinales tidak berjalan mulus. Cedera bahu setelah kecelakaan di Sachsenring merusak performanya dan membuat kampanyenya terganggu.

Vinales menjelaskan keputusan karier selalu sulit diprediksi.

“Selalu sulit ketika berbicara soal masa depan,” kata Vinales kepada GPone.com.

Dia juga mengingat pengalaman sebelumnya ketika meninggalkan Yamaha pada 2021.

“Ketika saya meninggalkan Yamaha, saya sempat menyesal. Nilai kontraknya sangat besar, tetapi setelah melihat kembali, saya merasa beruntung dan sekarang saya tidak mengeluh,” ujarnya.

Menurut dia, dari sisi olahraga keputusan tersebut justru tepat.

“Secara olahraga mungkin itu keputusan yang benar. Saya mengendarai Aprilia yang terus berkembang, dan pada 2023 hingga 2024 saya tidak akan secepat itu jika tetap bersama Yamaha,” katanya.

Vinales menegaskan perpisahan dengan Aprilia berjalan tanpa penyesalan.

“Saya tidak menyesal soal Aprilia, kami hanya berjalan ke arah berbeda. Memang benar mereka sudah merekrut Jorge Martin, tetapi bukan hanya itu. Saat itu saya merasa perlu melihat sesuatu yang berbeda,” ucapnya.

Dia juga mengaku terkejut ketika mengetahui Fabiano Sterlacchini justru pindah dari KTM ke Aprilia sebagai direktur teknis setelah Romano Albesiano bergabung dengan Honda.

“Tidak ada penyesalan, meski saat kami datang ke KTM mereka masih memiliki Sterlacchini dan kemudian dia justru pergi ke Aprilia,” ujar Vinales.

Dia menjelaskan keputusan pindah tim dibuat tanpa mengetahui semua perubahan yang akan terjadi.

“Kami membuat keputusan lebih awal tanpa mengetahui masa depan. Tidak ada yang memberi tahu saya dia akan pergi,” katanya.

Menurut Vinales, situasi di KTM juga tidak sepenuhnya jelas pada saat itu.

“Tahun lalu ada banyak kesulitan. KTM tidak memberi tahu kami apa pun. Saya tidak tahu apakah mereka sudah mengetahuinya atau tidak, tetapi kami tidak tahu,” ucapnya.

Sepanjang karier MotoGP, Vinales meraih satu kemenangan bersama Suzuki, delapan kemenangan bersama Yamaha, dan satu kemenangan bersama Aprilia. Bersama KTM, hasil terbaiknya sejauh ini finis di posisi keempat.

Pada seri pembuka MotoGP 2026 di Buriram, Maverick Vinales belum meraih poin. Meski begitu, dia tetap yakin keputusan bergabung dengan KTM merupakan langkah yang tepat dalam kariernya.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut