Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gresini Umumkan Nasib Alex Marquez: Absen MotoGP Italia dan Hungaria
Advertisement . Scroll to see content

Marc Marquez Minta Klausul Pensiun Tanpa Penalti, Ducati Siap Kehilangan Ikon MotoGP

Senin, 25 Mei 2026 - 23:00:00 WIB
Marc Marquez Minta Klausul Pensiun Tanpa Penalti, Ducati Siap Kehilangan Ikon MotoGP
Marc Marquez mengajukan klausul pensiun tanpa penalti dalam kontrak baru bersama Ducati. (Foto: Crash)
Advertisement . Scroll to see content

BORGO PANIGALE, iNews.id – Marc Marquez mengajukan klausul pensiun tanpa penalti dalam kontrak barunya bersama Ducati, langkah berani yang langsung mengguncang paddock MotoGP. Permintaan itu muncul di tengah pembicaraan perpanjangan kontrak sang juara dunia dengan tim Ducati Lenovo yang segera berakhir pada akhir musim ini.

Kontrak Marc Marquez bersama Ducati memang memasuki fase krusial. Pabrikan Italia itu masih ingin mempertahankan Marquez untuk beberapa musim ke depan, terutama setelah dampak besar kehadirannya bagi performa dan eksposur tim pabrikan.

Laporan Motogpnews menyebut Marquez sudah sepakat menandatangani kontrak anyar hingga musim 2028. Namun, pengumuman resmi belum dilakukan karena Ducati menunggu kesepakatan perjanjian komersial kolektif baru di MotoGP.

Klausul 1+1 dan Ancaman Pensiun Dini

Sorotan utama terletak pada klausul 1+1 tahun yang diminta Marquez. Klausul ini memberi dia opsi hengkang dari Ducati atau bahkan pensiun pada akhir musim 2027 tanpa terkena penalti kontrak, sebuah permintaan yang jarang muncul dari pembalap papan atas.

Pertimbangan tersebut berkaitan langsung dengan regulasi mesin 850cc yang segera diberlakukan. Marquez ingin ruang keputusan jika motor Ducati tidak kompetitif atau jika dirinya tak lagi mampu bersaing merebut kemenangan dan gelar juara.

Pengamat MotoGP, Carlo Pernat, menilai Marquez mulai memikirkan pensiun secara serius. Tekanan jadwal, tuntutan performa, dan komitmen nonbalap dinilai menguras kondisi mentalnya.

"Saya pikir Marc benar-benar mulai berpikir untuk berhenti. Juga, karena banyaknya komitmen, dan tidak punya waktu sedetik pun untuk bernapas," kata Pernat dikutip dari Motogpnews, Senin (25/5/2026).

Pernat juga menyoroti beratnya perjalanan karier Marquez dalam beberapa tahun terakhir. Cedera panjang dan insiden beruntun di lintasan memberi dampak besar terhadap kondisi fisik dan mentalnya.

"Teman-teman, orang ini telah melihat neraka, melewati semua yang ada untuk dibakar dan berhasil terbang ke surga," ujar Pernat.

Performa Marquez belum sepenuhnya stabil sejak kecelakaan di MotoGP Mandalika 2025. Musim ini, pembalap asal Spanyol tersebut masih berjuang menemukan konsistensi untuk kembali ke level terbaik.

Situasi kian rumit setelah insiden pada sprint race MotoGP Prancis 2026. Kecelakaan itu menyebabkan patah tulang metatarsal kaki kanan dan memaksanya absen di beberapa seri balapan.

Pernat menilai klausul tanpa penalti menjadi bentuk antisipasi realistis Marquez. Meski statusnya masih salah satu pembalap terkuat, dia tidak ingin memaksakan diri saat peluang bersaing di level tertinggi menipis.

"Dalam kontrak dua tahunnya dengan Ducati, dia tampaknya secara khusus meminta agar tidak ada penalti jika dia memutuskan untuk berhenti. Dia akan ingin mencoba karena dia tahu dengan peraturan baru, pembalap akan lebih diperhitungkan, dan dia masih yang terkuat dari semuanya," tutur Pernat.

"Tetapi jika dia menyadari dia tidak bisa berjuang untuk menang, saya pikir dia akan mengatakan cukup. Jika dia terus seperti ini, dia mungkin akan sangat kesal sehingga dia akan lelah, bahkan sebelum dia mencoba. Bahkan pada hari Minggu, melihat saudaramu menabrak tembok seperti itu pasti membuatmu berpikir lebih dalam," tutupnya.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut