Marc Marquez Disebut Hancurkan Mental Bagnaia, Ducati Terancam Kehilangan Juara Dunia
JAKARTA, iNews.id – Marc Marquez disebut telah menghancurkan kondisi psikologis Francesco Bagnaia sejak bergabung ke Ducati Lenovo pada MotoGP 2025. Pernyataan tajam ini datang dari pengamat MotoGP, Carlo Pernat.
Kehadiran Marquez di tim pabrikan Ducati langsung mengubah peta persaingan internal. Pembalap berjuluk Baby Alien itu tampil dominan sejak musim pertamanya dan sukses merebut gelar juara dunia.
Di sisi lain, performa Bagnaia justru mengalami penurunan signifikan. Juara dunia dua kali itu kesulitan beradaptasi dengan motor GP25 dan harus puas finis di posisi kelima klasemen akhir musim.
Pernat menilai situasi tersebut bukan sekadar persoalan teknis, tetapi sudah menyentuh aspek mental pembalap asal Italia itu.
Diogo Moreira Pinjam Sarung Tangan Marc Marquez saat Debut, Hasilnya Mengejutkan!
“Marquez telah menghancurkan Bagnaia secara psikologis. Tidak ada yang bisa dilakukan, dia benar-benar terpukul,” kata Pernat, dikutip Rabu (18/3/2026).
Menurut dia, tekanan mental yang dialami Bagnaia bisa semakin buruk jika tetap bertahan di Ducati. Pernat bahkan menilai langkah hengkang menjadi pilihan paling realistis untuk menyelamatkan kariernya.
Jorge Lorenzo Sebut Pedro Acosta dan Marc Marquez Bisa Jadi Duet Terkuat Ducati
“Jadi wajar jika dia memilih pergi. Kalau tidak, dia bisa hancur lagi. Saya harap dengan kepastian masa depannya, dia bisa tampil lebih baik tanpa tekanan mental,” sambung dia.
Valentino Rossi Ragukan Marco Bezzecchi Kalahkan Marc Marquez di MotoGP 2026
Pernat juga menegaskan dominasi Marquez bukan hal baru. Dia menyebut hampir semua rekan setim pembalap asal Spanyol itu mengalami tekanan serupa sepanjang kariernya.
“Namun, siapa pun yang menjadi rekan setim Márquez pasti akan menderita. Dia sudah menghancurkan semua rekan setimnya,” terangnya.
Marc Marquez Tak Ingin MotoGP 2026 Seperti Musim Lalu
Situasi ini membuat masa depan Ducati Lenovo menjadi sorotan. Jika Bagnaia benar-benar pergi, tim harus segera mencari pengganti yang mampu bersaing sekaligus bertahan secara mental di bawah bayang-bayang Marquez.
Nama Pedro Acosta pun mencuat sebagai kandidat kuat. Pembalap muda asal Spanyol itu dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi masa depan Ducati.
“Di sisi lain, keputusan Acosta ke Ducati sangat tepat, dia adalah masa depan Ducati, dan ini juga menandakan masa depan MotoGP kini dikuasai pembalap Spanyol, bukan Italia,” pungkas Pernat.
Dengan kondisi ini, dinamika internal Ducati diprediksi akan semakin panas. Dominasi Marquez tidak hanya berdampak di lintasan, tetapi juga mengguncang stabilitas tim dari sisi psikologis pembalapnya.
Editor: Reynaldi Hermawan