Manuver PBSI, Muhammad Rian Ardianto Resmi Duet dengan Daniel Edgar Marvino
JAKARTA, iNews.id - Muhammad Rian Ardianto resmi menjalani manuver baru PBSI dengan bergeser pasangan dan kini diproyeksikan berduet bersama Daniel Edgar Marvino, langkah strategis yang langsung mengubah peta ganda putra Pelatnas.
Keputusan ini membuat Rian berpisah dari Rahmat Hidayat, sementara Daniel Edgar juga meninggalkan pasangan sebelumnya. Kombinasi senior dan junior tersebut disiapkan sebagai proyek penguatan sekaligus percepatan regenerasi ganda putra Indonesia.
Pelatih ganda putra PBSI, Antonius Budi Ariantho, mengungkapkan duet anyar ini direncanakan langsung debut pada ajang Taipei Open Super 300 yang berlangsung pada 28 Juli hingga 2 Agustus.
Anton menilai Daniel Edgar memiliki potensi besar, namun masih membutuhkan pendampingan langsung di lapangan agar perkembangan teknis dan mental bertandingnya bisa meningkat signifikan.
“Saya melihat potensi yang bagus dari Daniel Edgar, tapi dia masih perlu mentor dan bimbingan di lapangan untuk meningkatkan kemampuannya,” kata Anton dalam keterangannya.
Peran mentor itu kini dibebankan kepada Muhammad Rian Ardianto, pemain sarat pengalaman yang sudah terbukti di level dunia. Anton berharap kehadiran Rian bisa mempercepat proses kematangan Daniel Edgar.
“Dengan pengalaman, jam terbang dan skill yang dimiliki Rian, saya harap Rian bisa membimbing Daniel Edgar untuk naik ke level yang lebih tinggi dan juga semoga Daniel Edgar bisa belajar banyak dari Rian,” lanjut Anton.
Langkah perombakan ini diambil setelah evaluasi hasil beberapa turnamen terakhir. Performa Rian maupun Daniel Edgar dinilai cenderung stagnan sehingga diperlukan penyegaran kombinasi untuk memicu progres baru.
Sebelumnya, Daniel Edgar sempat berpasangan dengan Taufik Aderya. Sementara itu, duet Rian/Rahmat sempat menunjukkan potensi di awal kebersamaan, namun hasil di turnamen berikutnya belum sesuai harapan tim pelatih.
“Di awal-awal berpasangan, Rian/Rahmat cukup menjanjikan tapi di beberapa turnamen hasilnya kurang baik, jadi saya mencoba opsi lain,” ujar Anton.
Anton menegaskan duet Rian/Daniel Edgar bukan sekadar eksperimen jangka pendek. Fokus utama tetap pada pematangan pemain muda, namun peluang bersaing di level atas tetap terbuka lebar.
“Kombinasi senior dan junior ini tujuannya memang lebih kepada mematangkan pemain-pemain muda untuk siap melangkah ke level yang lebih tinggi tapi tidak menutup kemungkinan juga untuk bisa bersaing di level atas,” sambungnya.
Debut di Taipei Open Super 300 bakal menjadi panggung awal pembuktian duet baru ini. PBSI berharap manuver ini mampu menghadirkan energi segar sekaligus membuka jalur prestasi baru di sektor ganda putra.
Editor: Reynaldi Hermawan