Mantan Tandem Sebut Marc Marquez Lebih Sering Ambil Risiko Ketimbang Pembalap Lain
PEMBALAP Gresini Ducati dinilai sering mengambil risiko ketimbang pembalap lain. Bahkan, rider Spanyol itu dianggap seringkali tak peduli dengan risiko tersebut.
Penilaian itu diberikan mantan pembalap MotoGP, Pol Espargaro yang merupakan mantan rekan setim Marc Marquez di Repsol Honda.
Selama menjadi tandem Marquez pada musim 2021 dan 2022, Espargaro sering menilai pembalap berjuluk The Baby Alien itu selalu memberikan yang terbaik.
Bahkan, menurut Espargaro, tak segan menganggap rekan satu timnya itu sebagai rival demi mencapai ambisinya. Namun, ambisi Marquez justru sering berujung pada penderitaan seperti kecelakaan dan cedera.
Marco Bezzecchi Bermimpi Setim dengan Pecco Bagnaia di Ducati tapi Sirna Gara-Gara Marc Marquez
Saat ini, Espargaro sudah pensiun membalap. Namun, dia sempat melihat Marquez menguji motor saat di tes pramusim. Menurutnya, Marquez memang sering mengambil risiko lebih banyak dari pembalap lainnya.
“Kesimpulan yang menarik bagi saya adalah bahwa Marc memiliki penerimaan risiko yang jauh lebih besar dibandingkan kita semua. Dia mampu menghadapi dan menerima risiko yang mungkin tidak mau diterima oleh pembalap lain di grid,” tutur Espargaro dikutip dari Motosan, Senin (22/7/2024).
Marc Marquez Dinilai Bakal Merepotkan Ducati, Apa Alasannya?
“Dan di MotoGP memang benar bahwa tidak semuanya menerima risiko, tetapi ada bagian teknis dan berkendara yang sangat penting, tetapi dalam banyak momen, terutama ketika ada situasi yang di luar kebiasaan, normal, dan situasi air, trek mengering, saat itulah Marc berada dalam kondisi terbaiknya dan itu berarti dia tidak memikirkan semuanya dengan matang,” ucapnya.
Terlepas dari itu, Espargaro mengakui Marquez adalah pembalap yang cerdas dan memiliki bakat. Tentunya, hal itu bisa terbukti dari koleksi enam gelar MotoGP yang dimiliki The Baby Alien.
Marc Marquez Akui Ada Perubahan Mentalitas usai Kecelakaan Parah, Seperti Apa?
“Dia adalah pria yang berakting dan juga memiliki bakat,” katanya.
Editor: Abdul Haris