Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Nama Greysia Polii Mejeng di Museum BWF, Emas Olimpiade Jadi Sejarah!
Advertisement . Scroll to see content

Lewati Para Legenda, Muhammad Zohri Kini Jadi Pelari Tercepat Indonesia di Olimpiade

Kamis, 12 Agustus 2021 - 18:39:00 WIB
Lewati Para Legenda, Muhammad Zohri Kini Jadi Pelari Tercepat Indonesia di Olimpiade
Lalu Muhammad Zohri ternyata berhasil memecahkan rekor para legenda sprinter Indonesia di Olimpiade. Sayang, Zohri belum bisa menyumbangkan medali Olimpiade. (foto: NOC Indonesia)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id- Lalu Muhammad Zohri ternyata berhasil memecahkan rekor para legenda sprinter Indonesia di Olimpiade. Sayang, Zohri belum bisa menyumbangkan medali di Olimpiade Tokyo 2020.

Pelari asal Lombok itu kalah cepat dengan atlet kelas dunia lainnya. Pada babak pertama heat keempat, dia finis di urutan ke-5 dengan catatan waktu 10,26 detik. Sedangkan peringkat pertama diduduki pelari asal Afrika Selatan, Gift Leotlela, dengan catatan waktu 10,4 detik.

Namun catatan waktu Zohri itu melewati rekor para sprinter Indonesia yang pernah mentas di Olimpiade. Zohri menjadi pelari ke-12 untuk nomor 100 meter putra yang berlaga di Olimpiade.

Pada Olimpiade Melbourne 1956, Jalal Gozal memiliki catatan waktu 11,45 detik. Kemudian berlanjut di Olimpiade Roma 1960, ada Johannes Gosal yang mencatatkan waktu 10,90 detik.

Lalu pada Olimpiade Los Angeles 1984, indonesia memiliki dua wakil di nomor 100 meter putra. Yang pertama adalah Mohamed Purnomo dengan catatan 10,51 detik, kemudian ada Christian Nenepath yang dengan waktu 10,66 detik.

Berlanjut di Olimpiade Seoul 1988, Indonesia diwakilkan oleh Mardi Lestari dengan menctatkan waktu 10,39. Masuk ke Olimpiade Sydney 2000, terdapat tiga wakil, yakni John Herman Murray mencatatkan 10,68 detik, Yanes Raubaba lebih cepat dari John, dirinya berhasil catat 10,54 detik. Lalu Erwin Heru Sutanto menempati posisi enam dengan waktu 10,87 detik.

Di Beijing 2008, ada Suryo Agung yang mampu mencatatkan waktu 10.46 detik. Sementara di London 2012, ada Fernando Lumain dengan catatan 10.90 detik yang lolos ke perempat final namun finish kedelapan.

Dan di Olimpiade Rio 2016, Sudirman Hadi terhenti di putaran pertama. Dia mencatatkan waktu selama 10,70 dan menempati posisi sembilan. 

Sementara itu di Olimpiade Tokyo 2020, Zohri mampu mematahkan rekor semua para legenda. Dia mencatatkan waktu 10,26 detik.

Kini publik Indonesia berharap Zohri terus memperbaiki catatan waktu agar bisa bersaing di Olimpiade Paris 2024. Zohri punya waktu 3 tahun untuk terus mempertajam catatan waktunya. 

Editor: Ibnu Hariyanto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut