Legenda Bulu Tangkis Indonesia Ungkap 2 Kriteria Penting untuk Calon Ketum PBSI, Apa Saja?
JAKARTA, iNews.id - Ada dua kriteria penting yang harus dimiliki calon Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Dua hal yang dimaksud adalah jiwa kepemimpinan dan kepedulian terhadap Badminton.
Itu diungkapkan Ketua Harian PB Jaya Raya Imelda Wigoena. Legenda bulu tangkis Tanah Air itu ingin Ketum PBSI yang baru punya jiwa kepemimpinan.
“Karena kalau tidak, bagaimana dia mau memimpin anak buahnya? Kalau tidak punya, sulit agar bawahannya itu menghormati dia,” ungkap ketua klub yang pernah melahirkan atlet-atlet nasional seperti Susy Susanti, Hendra Setiawan, Markis Kido, dan Marcus F Gideon itu.
Perempuan yang akrab disapa Cik Im itu juga menilai sosok ketua PBSI juga harus yang mengerti banyak hal dan pintar dalam menyelesaikan permasalahan organisasi.
Ketum PBSI yang Baru Diharapkan Berdayakan Klub Badminton
“Seorang Ketua Umum itu nantinya harus berusaha untuk mengetahui soal bulu tangkis, seluruh seluk beluknya dan itu tidak mudah. Jadi harus orang yang serius dan punya hati (untuk bulu tangkis),” ujar Cik Im.
“Sosok Ketum PBSI juga harus bisa membuat keputusan. Dia harus bisa menjadi decision maker. Bisa menangkap ide-ide, masukan dan informasi dari bawahan untuk menilai dan membuat keputusan,” terangnya.
Begini Tahapan Pemilihan Ketua Umum PBSI 2024-2028, Pendaftaran Dibuka 12 Juli 2024
Sejauh ini, Cik Im menilai Sekretaris Jenderal PBSI Fadil Imran merupakan sosok yang pantas untuk mengemban tugas sebagai Ketua Umum PBSI.
PBSI Bakal Cari Ketum Baru, Ini Harapan Greysia Polii
Bukan tanpa alasan, Cik Im mengaku tahu kualitas dan kapasitas Fadil Imran lantaran dirinya masuk tim Ad Hoc Olimpiade 2024.
“Saya melihat dia orang yang pintar. Saat bawahannya berbicara, saya lihat dia itu benar-benar menyimak. Jadi bisa mendengar masukan, dia juga bisa menilai bawahannya, ‘nah ini pelatih ngerti loh’,” ujar Cik Im.
Musyawarah Nasional PBSI Digelar Agustus, Pilih Ketum Baru
“Saya lihat pak Fadil ini mendekati kriteria yang saya bilang soal Ketum PBSI yang ideal. Saya kan di Ad Hoc, saya melihat,” tandasnya.
PBSI akan menggelar pemilihan Ketua Umum baru untuk periode 2024-2028. Hal itu akan dilakukan dalam Musyawarah Nasional (Munas) 2024 di Surabaya, Jawa Timur, pada 9-11 Agustus mendatang.
Sementara itu, dukungan ketua PBSI daerah terhadap Fadil Imran pun semakin banyak. Dukungan tambahan terhadap Fadil dikemukakan oleh Ketum PBSI Kepri Sukriadi, Ketum PBSI NTB Alfian Eikman, Ketum PBSI Kaltim Mudiyat Noor, Ketum PBSI Sulbar Amalia Fitri, Ketum PBSI Sumbar Ardiles, Ketum PBSI Sumut Suripno Ngadimin, Ketum PBSI Kalsel Anton Gunadi, Ketum PBSI Bali Winurjaya, Ketum PBSI NTT Alexander Feonary, Ketum PBSI Papua Tengah Yus Baminggen, dan Ketum PBSI Papua Selatan Halasson Fransisco. Total sudah ada 29 ketum PBSI daerah yang mendukung pencalonan Fadil Imran.
Editor: Reynaldi Hermawan