Krisis Timur Tengah Mengancam Kalender F1 2026: GP Bahrain dan Arab Saudi Bisa Batal!
MELBOURNE, iNews.id – Formula 1 2026 akan dimulai di Australian Grand Prix pada 8 Maret 2026. Namun dua balapan di Bahrain dan Arab Saudi menghadapi ancaman serius akibat ketegangan politik Timur Tengah.
Juara F1 Lando Norris bersiap mempertahankan gelarnya di Albert Park, Melbourne, sebelum tim-tim melanjutkan balapan di China dan Jepang, kemudian ke Bahrain pada 12 April dan Saudi Arabia seminggu kemudian. Namun konflik militer baru-baru ini membuat keberlangsungan dua seri terakhir menjadi tanda tanya besar.
Serangan militer besar yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, diikuti oleh serangan balasan Iran ke pangkalan militer AS dan Israel, memicu kekhawatiran akan keamanan. Banyak negara di kawasan, termasuk Bahrain, Qatar, dan Yordania, dilaporkan telah menembak jatuh drone dalam beberapa pekan terakhir.
Dampak konflik ini sudah terasa di dunia F1. Pirelli, penyedia ban resmi, membatalkan sesi uji coba hujan di Bahrain International Circuit akhir pekan ini karena alasan keselamatan. Meskipun tidak ada personel F1 yang hadir, ancaman ini tetap menjadi perhatian FIA jika konflik berlanjut.
F1 Umumkan Perekrutan Pembalap Baru jelang Grand Prix Australia 2026
Sejauh ini, kalender Bahrain dan Saudi Arabia masih bertahan. Juru bicara F1 menegaskan kepada The Sun: “Seperti biasa, kami terus memantau situasi dan bekerja sama dengan otoritas terkait.”
Namun, ketidakpastian tetap membayangi balapan di kawasan Timur Tengah.
Calon Bintang F1! Pembalap Indonesia Qarrar Firhand Tak Tertandingi di WSK Italia 2026
Bahrain dan Saudi Arabia pernah menghadapi ancaman pembatalan sebelumnya. Pada 2011, protes anti-pemerintah di Bahrain menewaskan setidaknya 182 orang, memaksa FIA menunda atau membatalkan balapan.
F1 Powerboat hingga Maraton Dunia, Sport Tourism Indonesia Masuk Babak Baru
Sementara, Grand Prix Saudi 2022 hampir terganggu setelah depot minyak 12 mil dari sirkuit diserang oleh kelompok pemberontak Yaman. Max Verstappen bahkan sempat menanyakan melalui radio tim apakah mobilnya terbakar karena bau asap yang terasa di sirkuit.
Para pembalap dan tim kemudian melakukan diskusi panjang mengenai keselamatan. Grand Prix Drivers’ Association menyatakan: “Sulit tetap fokus sebagai pembalap melihat asap dari kejadian itu. Kami berdiskusi panjang dengan tim dan otoritas F1, termasuk pejabat Saudi yang menjelaskan langkah keamanan maksimum. Akhirnya, kami memutuskan tetap berlatih, kualifikasi, dan balapan seperti yang dijadwalkan.”
Kembangkan Mobil Balap F1, McLaren Kolaborasi Motul Mulai Musim 2026
Kondisi ini menegaskan bahwa risiko geopolitik kini menjadi bagian nyata yang bisa mempengaruhi kalender F1, bukan sekadar isu di atas kertas. Bahrain dan Saudi Arabia menjadi ujian besar bagi keamanan balapan internasional.
Jika ketegangan meningkat, F1 harus menyiapkan skenario darurat. Dampaknya tidak hanya bagi tim dan pembalap, tetapi juga sponsor, penyelenggara, dan jutaan penonton global yang mengikuti balapan di Timur Tengah.
Formula 1 2026 kini berada di persimpangan, memulai musim dengan penuh euforia di Melbourne, atau menghadapi ketidakpastian besar di Bahrain dan Saudi Arabia, yang bisa menjadi cerita krusial pertama musim ini.
Editor: Reynaldi Hermawan