Kevin Sanjaya Soroti Anjloknya Prestasi Ganda Putra Indonesia: Terlalu Mudah Menyerah!
JAKARTA, iNews.id – Mantan atlet bulu tangkis nasional, Kevin Sanjaya Sukamuljo, melontarkan kritik tajam terhadap anjloknya performa sektor ganda putra Pelatnas PBSI Cipayung. Menurut Kevin, para pemain saat ini terlihat terlalu mudah menyerah ketika menghadapi tekanan di lapangan.
Performa ganda putra Indonesia memang tengah menjadi sorotan. Dari sejumlah turnamen BWF World Tour yang telah berlangsung hingga pertengahan tahun 2025, belum ada satu pun pasangan yang berhasil merebut gelar juara. Hal ini cukup memprihatinkan mengingat ganda putra selama ini menjadi salah satu sektor andalan Indonesia di pentas internasional.
Prestasi terbaik yang dicatatkan sektor ganda putra sepanjang semester pertama tahun ini hanyalah posisi runner-up. Di antaranya adalah Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana di All England 2025, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di Indonesia Masters 2025, serta Daniel Marthin/Muhammad Shohibul Fikri yang finis sebagai finalis di Swiss Open dan Thailand Masters 2025.
Melihat kondisi tersebut, Kevin menilai aspek motivasi dan mental bertanding menjadi hal yang perlu dibenahi. Menurutnya, para pemain harus memiliki semangat juang yang lebih besar, yang dibangun sejak tahap latihan.
Resmi Duet! Fajar/Fikri Diharapkan Buka Puasa Gelar Ganda Putra Indonesia di BWF World Tour 2025
“Pastinya motivasi harus dibiasakan dari latihan. Dari latihan sudah harus tidak gampang mau kalah dan itu otomatis kebawa ke turnamen, di saat tertekan,” ujar Kevin kepada wartawan termasuk iNews Media Group, Senin (7/7/2025).
Pria yang kini menjabat sebagai Direktur MNC Vision itu juga menilai, daya juang yang rendah membuat para pemain mudah kehilangan fokus dan semangat saat tertinggal dalam pertandingan. Hal ini kontras dengan pengalamannya dulu ketika masih aktif sebagai atlet.
“Kalau saya melihat, sekarang mereka saat tertekan dan sebagainya, mereka gampang menyerah. Mereka tidak mau berusaha dulu padahal masih ada peluang sebelum game,” ungkap Kevin, yang pernah menjadi ganda putra nomor satu dunia bersama Marcus Fernaldi Gideon.
Update Ranking BWF usai BAC 2025, 4 Ganda Putra Indonesia Masuk 10 Besar
Kevin menekankan pentingnya mentalitas bertarung hingga titik akhir. Ia menyampaikan bahwa dalam dunia olahraga, terutama bulu tangkis, banyak pertandingan yang bisa berbalik arah jika atlet terus berusaha dan tidak menyerah lebih dulu.
“Pengalaman pribadi, beberapa kali sudah ketinggalan jauh, tapi selama masih coba ya ada aja jalannya,” sambungnya.
Komentar Kevin ini menjadi cerminan keprihatinan sekaligus dorongan kepada PBSI untuk kembali membenahi sistem pelatihan dan pendekatan mental bagi para atlet ganda putra. Terlebih, Indonesia masih memiliki harapan besar untuk meraih prestasi di ajang-ajang penting mendatang, termasuk Olimpiade dan kejuaraan dunia.
Dengan kritik membangun seperti ini, diharapkan sektor ganda putra dapat segera bangkit dan kembali menunjukkan tajinya sebagai kekuatan dunia. Regenerasi dan pembinaan yang konsisten, termasuk pembekalan karakter dan mental, menjadi kunci untuk mencetak atlet-atlet tangguh seperti generasi Kevin di masa lalu.
Editor: Abdul Haris