Kenapa Sirkuit Mandalika Belum Layak Gelar F1? Begini Penjelasannya
JAKARTA, iNews.id - Kenapa Sirkuit Mandalika belum layak menggelar Formula 1? Simak penjelasannya dalam artikel ini.
Status Sirkuit Mandalika saat ini masih berstatus Grade 3 dari Federasi Otomotif Internasional (FIA) untuk balap mobil. Status tersebut membuat Mandalika belum memenuhi syarat untuk menggelar ajang kelas tertinggi seperti Formula 1 (F1) yang mensyaratkan lisensi Grade 1 FIA.
Meski begitu, reputasi Mandalika sebagai sirkuit internasional tetap diakui. Namun, standar balap motor dan mobil berbeda sehingga lisensi tertinggi di satu kategori tidak otomatis berlaku di kategori lain.
Saat ini, Mandalika bisa menggelar berbagai ajang balap mobil seperti kompetisi nasional, regional, Asian Le Mans Series, hingga GT World Challenge Asia.
John Herdman Viral! Pelatih Timnas Indonesia Main Bola di Pantai Mandalika
Untuk naik ke Grade 2, sirkuit harus memenuhi syarat tambahan agar bisa menggelar ajang seperti FIA World Endurance Championship, Formula 2, dan Formula 3. Sementara untuk Grade 1, standar yang dibutuhkan jauh lebih ketat.
Penentuan grade sirkuit balap mobil mengacu pada rasio bobot mobil terhadap tenaga mesin. Grade 1 berada di kisaran hingga 1 kg per horsepower, sedangkan Grade 3 hingga 3 kg per horsepower.
Cetak Pembalap Top, Kejurnas Mandalika Racing Series 2026 Digelar 5 Putaran
Namun, penilaian FIA tidak hanya soal rasio tersebut. Faktor keselamatan menjadi prioritas utama dengan parameter teknis yang sangat detail.
Run-off area dan sistem pembatas lintasan menjadi perhatian penting untuk mengantisipasi kecelakaan pada mobil berkecepatan tinggi. Selain itu, kualitas aspal dan fasilitas pendukung juga harus memenuhi standar tinggi.
Resmi! Mandalika Kembali Jadi Tuan Rumah GT World Challenge Asia 2026
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association, Prandhi Satria, menyampaikan pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas sirkuit.
“Sejauh ini kami bersyukur atas pencapaian Mandalika untuk menggelar balapan mobil internasional. Ini hasil kerja keras semua pihak. Kami akan terus berupaya meningkatkan grade sesuai kebutuhan ajang yang akan digelar,” ujarnya.
Menariknya, kondisi seperti ini juga terjadi pada sejumlah sirkuit dunia lain seperti Phillip Island dan Sachsenring yang memiliki standar tinggi untuk balap motor, namun tidak otomatis setara untuk balap mobil.
Dalam waktu dekat, Mandalika akan menjadi tuan rumah GT World Challenge Asia Mandalika 2026 pada 2-3 Mei 2026 yang diikuti pembalap Indonesia, Sean Gelael.
Ajang tersebut menunjukkan Mandalika tetap dipercaya sebagai venue internasional, sekaligus menjadi langkah menuju peningkatan standar agar suatu saat bisa mencapai level tertinggi FIA.
Editor: Abdul Haris