Jarang Terungkap, Si Cantik Thet Htar Thuzar Ternyata Anak Didik Pelatih Asal Indonesia
YANGON, iNews.id-Pebulu tangkis cantikMyanmar Thet Thar Thuzar menjadi idola baru pecinta bulu tangkisIndonesia. Ternyata, Thuzar pernah dipoles pelatih asal Indonesia dalam perjalanan kariernya.
Sosok Thet Htar Thuzar mulai menjadi sorotan saat menjadi lawan wakil Indonesia Gregoria Mariska Tunjung pada laga penyisihan grup Olimpiade Tokyo 2020. Sayangnya, Thuzar harus mengakui keunggulan Mariska Tunjung.
Namun, wajah cantik Thuzar membuat pecinta bulu tangkis Indonesia seolah terbelah saat itu. Akun Instagram Thuzar seketika disebur para pecinta bulu tangkis asal Indonesia.
View this post on Instagram
Namun, perempuan kelahiran Yangon, 15 Maret 1999 ternyata pernah dipoles pelatih asal Indonesia. Bahkan, pelatih tersebut yang memotivasi Thuzar agar tampil di event besar seperti Olimpiade Tokyo 2020.
Hal tersebut terungkap dalam sebuah wawancara yang dikutip dari BadmintonAsia, Selasa (24/8/2021). Namun, Thuzar tidak menyebutkan siapa nama pelatih itu.
"Saya baru mulai bermain turnamen internasional pada akhir tahun 2017, dan satu yang menyarankan saya untuk bermain di Olimpiade dan bermain di turnamen internasional adalah pelatih Indonesia saya," ujar Thuzar.
"Dia bilang saya harus lebih banyak bermain di turnamen internasional dan mencoba untuk Olimpiade Tokyo 2020. Dia juga melatih saya dengan sangat keras pada saat itu, dan sekarang dia kembali ke Indonesia tetapi saya masih berlatih dengan ayah saya," katanya.
Masih berdasarkan Badminton Asian, Federasi Bulu Tangkis Myanmar (MBF) memang menyebut sempat merekrut sejumlah pelatih asal Indonesia untuk mengembangkan bulu tangkis pada 2016. Kini hasilnya mulai terlihat, Thuzar berhasil lolos hingga Olimpiade Tokyo 2020.

Selain pelatih asal Indonesia, Thuzar juga menimba ilmu kepada sang ayah Tun Tun Zaw dan legenda Malaysia Ong Ewe Hock. Sayang, prestasi Thuzar di dunia tepok bulu belum terlalu moncer.
Thuzar lebih sering menjuarai turnamen bulu tangkis di Afrika. Kini Thuzar berada di peringkat 67 dunia.
Editor: Ibnu Hariyanto