Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ferrari dan Harley Davidson Dihadirkan di Sidang Tipikor Kasus Vonis Lepas CPO  
Advertisement . Scroll to see content

Insinyur Ferrari Bongkar Perbedaan Mencolok Schumacher dan Hamilton

Minggu, 08 Februari 2026 - 06:00:00 WIB
Insinyur Ferrari Bongkar Perbedaan Mencolok Schumacher dan Hamilton
Insinyur Ferrari Jock Clear mengungkap perbedaan mendasar Michael Schumacher dan Lewis Hamilton jelang musim krusial Formula 1 2026. (Foto: oversteer)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Perbedaan Michael Schumacher dan Lewis Hamilton di Ferrari akhirnya dibongkar langsung oleh insinyur yang pernah bekerja dengan dua legenda Formula 1 tersebut.

Jock Clear, performance engineer Ferrari, mengungkap sudut pandang internal tim terkait karakter dan pendekatan dua juara dunia tujuh kali itu. Pengakuan ini muncul di tengah sorotan besar terhadap Lewis Hamilton yang bersiap menghadapi musim krusial Formula 1 2026 bersama Scuderia Ferrari.

Hamilton menatap musim 2026 dengan tekanan tinggi setelah menjalani kampanye terburuk sepanjang kariernya pada 2025. Dia kalah telak 18-3 dalam duel internal melawan Charles Leclerc dan gagal meraih satu podium, sementara pembalap asal Monako tersebut mengoleksi tujuh kali finis tiga besar.

Meski hasil balapan mengecewakan, Hamilton sempat mencuri perhatian saat tes pramusim di Barcelona. Dia mencatatkan waktu tercepat 1:16.554, sinyal awal kebangkitan jelang musim baru.

Di luar lintasan, namanya juga ramai diperbincangkan akibat kabar kedekatan dengan bintang reality show Amerika Serikat, Kim Kardashian.

Saat Hamilton resmi menandatangani kontrak dengan Ferrari, publik berharap dia mengulang dampak besar seperti Michael Schumacher. Legenda asal Jerman tersebut sukses mengakhiri penantian panjang Ferrari selama 21 tahun tanpa gelar juara dunia pembalap.

Namun, perjalanan Schumacher juga tidak instan. Dia membutuhkan empat musim sebelum mempersembahkan gelar pertamanya bersama Ferrari. Perbandingan ini membuat musim 2026 disebut sebagai fase penentuan bagi Hamilton, terutama setelah performa 2025 dinilai jauh dari ekspektasi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut