Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Indonesia Turunkan 16 Wakil di Swiss Open 2026, Fokus Recovery dan Jaga Power
Advertisement . Scroll to see content

Indonesia Tanpa Gelar di All England 2026, PBSI Ungkap Dua Catatan Penting

Senin, 09 Maret 2026 - 19:01:00 WIB
Indonesia Tanpa Gelar di All England 2026, PBSI Ungkap Dua Catatan Penting
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin memetik pengalaman berharga dari All England 2026. (Foto: PBSI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Indonesia tanpa gelar di All England 2026. Kondisi ini membuat PBSI langsung melakukan evaluasi terhadap performa tim bulu tangkis Merah Putih. 

Sebelumnya, tim Indonesia menargetkan minimal satu gelar di All England 2026. Target tersebut tidak tercapai meskipun beberapa pemain mampu menunjukkan performa kompetitif sepanjang turnamen.

PBSI menilai ada dua sisi dari hasil tim Indonesia di turnamen tersebut. Selain kegagalan meraih gelar, terdapat perkembangan positif dari pemain muda yang tampil cukup menjanjikan.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian menjelaskan evaluasi tetap dilakukan secara menyeluruh. Langkah ini dilakukan untuk melihat secara detail performa para atlet selama tampil di All England.

“Secara umum kami melihat ada dua sisi dari hasil tim Indonesia di All England kali ini. Dari sisi positif, perkembangan pemain-pemain muda menunjukkan progres yang cukup menggembirakan," kata Eng Hian dalam keterangannya.

Dia menilai para pemain muda mampu bersaing di turnamen dengan level dan tekanan tinggi. Penampilan tersebut menjadi indikator proses regenerasi bulu tangkis Indonesia berjalan.

“Mereka mampu tampil kompetitif di turnamen dengan level dan tekanan tinggi seperti All England. Ini menjadi indikator proses regenerasi berjalan dan para pemain muda mulai mampu bersaing di level tertinggi,” ujar dia.


Raymond Indra/Joaquin Jadi Catatan Positif

PBSI juga memberi apresiasi kepada pasangan Raymond Indra/Joaquin. Ganda tersebut berhasil melangkah hingga babak semifinal All England 2026.

Pencapaian tersebut menjadi salah satu catatan positif bagi tim Indonesia. Meski tidak berbuah gelar, hasil itu menunjukkan potensi besar dari pasangan muda tersebut.

“Apresiasi khusus kami berikan kepada Raymond Indra/Joaquin yang berhasil melangkah hingga babak semifinal. Catatan ini cukup membanggakan meskipun tidak berbuah gelar,” ucap Eng Hian.

PBSI akan melakukan evaluasi komprehensif bersama tim pelatih dan tim pendukung di pelatnas. Evaluasi tersebut bertujuan mencari aspek yang masih perlu diperbaiki agar performa atlet lebih stabil.

“Evaluasi ini akan kami lakukan secara komprehensif bersama tim pelatih dan tim pendukung di pelatnas untuk melihat apa saja yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Itu agar ke depan para atlet bisa tampil lebih maksimal dan stabil di turnamen besar," kata dia.

PBSI juga terus mencari metode pembinaan yang lebih efektif. Upaya tersebut dilakukan agar potensi atlet berkembang optimal dan mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi.

Setelah All England 2026, tim bulu tangkis Indonesia akan melanjutkan rangkaian turnamen di Eropa. Agenda terdekat adalah Swiss Open yang menjadi bagian dari kalender BWF World Tour.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut