Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : SEA Games 2027 Malaysia: Daftar Cabor Masih Negosiasi, Kemenpora Tancap Gas
Advertisement . Scroll to see content

Erick Thohir Pastikan PON 2028 Tetap di NTB-NTT, Tak Ada Pembangunan Fasilitas Baru

Minggu, 22 Februari 2026 - 07:30:00 WIB
Erick Thohir Pastikan PON 2028 Tetap di NTB-NTT, Tak Ada Pembangunan Fasilitas Baru
Erick Thohir memastikan PON 2028 tetap digelar di NTB dan NTT tanpa pembangunan venue baru serta membuka opsi provinsi pendukung. (Foto: Aldhi Chandra/IMG)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Erick Thohir memastikan PON 2028 tetap digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) tanpa pembangunan venue baru sebagai bagian dari penyesuaian kebijakan tuan rumah.

Keputusan ini lahir setelah dia berdiskusi dengan Ketua KONI Marciano Norman dan Sekjen KONI Lukman Djajadikusuma. Hasil pembahasan menyepakati NTB dan NTT tetap menjadi tuan rumah bersama untuk ajang olahraga nasional tersebut.

Meski status tuan rumah tidak berubah, ada penyesuaian signifikan dalam konsep penyelenggaraan. Pemerintah tidak akan membangun fasilitas tambahan dan memilih memaksimalkan arena yang sudah tersedia.

"Ya, jadi kemarin saya menerima Pak Marciano (Norman), Ketua KONI, dan Pak Sekjen, Pak Ade. Kita juga mulai sinkronisasi untuk persiapan PON 2028. Memang kan sepertinya ada diskusi bahwa NTT-NTB itu tetap menjadi tuan rumah PON secara bersama," kata Erick di Jakarta, dikutip pada Sabtu (21/2/2026).

"Tetapi tentu dengan situasi saat ini, memang kan pembangunan fasilitas tambahan itu tidak dimungkinkan. Karena kita tahu dari hasil kerja sama kami dengan Menteri Dalam Negeri, Pak Tito (Karnavian) juga, yang kemarin sudah ditandatangani, banyak sekali fasilitas-fasilitas yang tidak maksimal, ya termasuk fasilitas olahraga tentunya. Nah, jadi salah satunya tidak ada venue baru," tambah dia.

Ikuti Tren Dunia, Buka Opsi Provinsi Pendukung
Erick menilai kebijakan tanpa pembangunan venue baru sejalan dengan tren global. Dia mencontohkan ajang Olimpiade di Brisbane yang juga menekankan efisiensi penggunaan fasilitas.

"Ya, dan ini trennya di dunia sudah seperti itu. Ya, kalau kita lihat juga persiapan Olimpiade di Brisbane, di banyak negara ke depan juga sudah mulai menjaga secara ekonomi pembangunan fasilitas-fasilitas yang di kemudian hari tidak maksimal," jelas dia.

Selain itu, ada opsi melibatkan provinsi lain sebagai tuan rumah pendukung jika memiliki fasilitas memadai. Skema ini masih menunggu keputusan resmi dari KONI sebelum Kemenpora menerbitkan surat penetapan.

"Jadi itu nah, di situlah kita bicara apakah nanti NTT-NTB juga akan bersama KONI mengadakan Rakornas untuk juga menambahkan provinsi tertentu sebagai supporting system. Jadi tuan rumahnya tetap NTT-NTB, tetapi provinsi tertentu yang punya fasilitas bisa dipergunakan. Saya sangat welcome, saya sangat terbuka," tutur dia.

"Tetapi saya tunggu keputusan KONI-nya baru saya mengeluarkan surat secara resmi mengenai tuan rumah NTT dan NTB dibantu provinsi mana, saya enggak tahu. Jadi suratnya memang belum saya keluarkan. Nah, kalau mereka sudah, baru kita keluarkan," ucap dia.

Dengan konsep efisiensi dan kolaborasi antardaerah, PON 2028 diproyeksikan tetap berjalan optimal tanpa membebani pembangunan infrastruktur baru.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut