Dovizioso Ungkap Efek Ganas Marquez di Ducati: Bagnaia Tertekan dan Kehilangan Percaya Diri!
JAKARTA, iNews.id – Legenda MotoGP, Andrea Dovizioso mengulas dinamika panas di dalam garasi Ducati Lenovo. Dia menyebut kehadiran Marc Marquez sebagai faktor yang mengganggu performa rekan setimnya, Francesco Bagnaia, di musim MotoGP 2025.
Sejak resmi bergabung dengan tim pabrikan Ducati tahun ini, Marquez langsung tancap gas. Sang “Baby Alien” telah mengoleksi tiga kemenangan dari tujuh seri balapan utama, menunjukkan dirinya masih menjadi ancaman serius di lintasan.
Di sisi lain, Bagnaia justru tampil di bawah ekspektasi. Meski sempat meraih satu kemenangan, dua balapan terakhir berakhir dengan DNF (Did Not Finish), membuat perolehan poinnya stagnan.
Kini, Pecco hanya duduk di posisi ketiga klasemen sementara dengan 124 poin, tertinggal dari Marc dan Alex Marquez.
Jorge Martin Selangkah Lagi Comeback! Marc Marquez Cs Siap-Siap
Situasi inilah yang menjadi sorotan tajam Dovizioso. Ia menyebut tekanan dari kehadiran Marquez dalam satu tim bisa menggerus kepercayaan diri Bagnaia.
“Tidak memiliki Marc di dalam garasi yang sama tentu akan membantu, karena kita ini manusia,” kata Dovizioso, dikutip dari Motosan, Rabu (4/6/2025).
“Pembalap yang bilang mereka tidak terpengaruh dengan hal-hal seperti ini memang baik karena mereka harus percaya diri. Tapi kita semua terpengaruh, karena kita manusia, dan itu normal,” tambahnya.
Dominasi Marquez tak hanya tercermin dari statistik. 196 poin yang ia kumpulkan menempatkannya di puncak klasemen sementara. Bahkan adiknya, Alex Marquez, juga menunjukkan performa apik dan kini bertengger di posisi kedua, menyalip Bagnaia.
Hal ini menciptakan atmosfer persaingan internal yang luar biasa sengit di dalam tim pabrikan Ducati, yang mungkin tidak semua pembalap bisa hadapi dengan tenang.
Balapan berikutnya akan digelar di Sirkuit Aragon, Spanyol, pada 6–8 Juni 2025. Semua mata akan tertuju pada apakah Bagnaia mampu bangkit dari keterpurukan, atau Marquez kembali mempertegas statusnya sebagai pemimpin klasemen dan kandidat kuat juara dunia.
Yang jelas, tekanan di garasi Ducati Lenovo kini bukan hanya dari luar, tapi juga datang dari dalam tim itu sendiri.
Editor: Reynaldi Hermawan