Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jafar/Felisha Melaju ke 16 Besar Thailand Open 2026, Bagas Tersingkir
Advertisement . Scroll to see content

Dikalahkan Shi Yuqi, Anthony Ginting Beberkan PR Besar yang Harus Dibenahi

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:44:00 WIB
Dikalahkan Shi Yuqi, Anthony Ginting Beberkan PR Besar yang Harus Dibenahi
Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, tersingkir prematur di 32 besar Thailand Open 2026. (Foto: PBSI)
Advertisement . Scroll to see content

BANGKOK, iNews.id – Anthony Sinisuka Ginting mengakui masih kesulitan menghadapi pemain top 20 dunia setelah tersingkir di babak 32 besar Thailand Open 2026.

Anthony kalah dari unggulan pertama asal China, Shi Yuqi, di Nimibutr Stadium, Bangkok, Rabu (13/5/2026). Dia menyerah dalam dua gim langsung dengan skor 12-21 dan 17-21.

Hasil ini membuat langkah Anthony terhenti lebih cepat di turnamen BWF World Tour tersebut. Dia gagal melewati babak pertama setelah langsung berhadapan dengan salah satu pemain terbaik dunia.

Pada gim pertama, Anthony kesulitan mengembangkan permainan. Shi Yuqi tampil agresif sejak awal dan membuat wakil Indonesia tertinggal cukup jauh.

Anthony sempat bangkit pada gim kedua. Dia mampu memimpin beberapa poin dan menutup interval dengan keunggulan sebelum lawannya mengubah pola permainan.

Setelah itu, Shi Yuqi mengambil alih kendali pertandingan. Anthony tidak mampu merespons perubahan strategi lawan dengan cepat dan akhirnya kalah 17-21.


Anthony Ginting Soroti Kekurangan

Usai pertandingan, Anthony tetap bersyukur bisa menyelesaikan laga dalam kondisi baik. Dia menilai persiapan dan strategi sudah dibahas bersama tim pelatih sebelum bertanding.

“Pertama-tama tetap mengucap syukur. Memang bukan lawan yang mudah. Di gim pertama saya kurang bisa mengeluarkan permainan dengan baik. Masuk gim kedua saya sudah mencoba dan sempat unggul beberapa poin,” ujarnya, dikutip dari rilis PBSI.

Anthony menjelaskan momentum pertandingan berubah ketika Shi Yu Qi mengubah strategi. Pada situasi itu, dia merasa kurang cepat dan kurang tepat dalam mengantisipasi permainan lawan.

“Tapi ketika lawan mengubah strategi permainannya saya kurang cepat, kurang tepat buat mengantisipasi dan mengatasinya,” katanya.

Pebulu tangkis asal Cimahi itu menilai masalah serupa juga muncul dalam beberapa turnamen sebelumnya saat menghadapi pemain elite dunia.

“Dari pertandingan hari ini dan juga sebelum-sebelumnya memang ada kesulitan tersendiri bila bertemu dengan pemain top 20. Masih ada yang harus ditingkatkan lagi, terutama bagaimana bisa dengan cepat mengatasi perubahan-perubahan yang terjadi di lapangan,” tuturnya.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut