Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Christian Pulisic Jadi Pemain Paling Berpengaruh di Serie A Sejak 2023
Advertisement . Scroll to see content

Dari Cedera ke Juara: Kisah Bangkitnya Jonatan Christie di Korea Open

Rabu, 01 Oktober 2025 - 18:10:00 WIB
Dari Cedera ke Juara: Kisah Bangkitnya Jonatan Christie di Korea Open
Jonatan Christie menang atas Lee Cheuk Yiu di babak 16 besar BWF World Championships 2025., Kamis (28/8/2025). (Foto: PBSI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Kemenangan Jonatan Christie di ajang Korea Open 2025 bukan sekadar gelar biasa. Titel ini menjadi titik balik dan simbol kebangkitan sang atlet bulu tangkis andalan Indonesia, setelah melalui masa-masa sulit tanpa podium juara sejak pertengahan 2024.

Jojo – sapaan akrab Jonatan – memastikan gelar juara setelah mengalahkan pemain Denmark, Anders Antonsen, dalam laga final yang berlangsung ketat. Ia menang lewat pertandingan tiga gim dengan skor 21-10, 15-21, dan 21-17.

Gelar Korea Open 2025 Jadi Titik Balik Karier Jonatan Christie

Bagi pemain berusia 28 tahun itu, gelar ini bukan hanya tentang kemenangan. Lebih dari itu, ini adalah hasil dari perjuangan panjang melawan cedera dan tekanan mental yang menghantuinya selama berbulan-bulan.

"Ya, berarti banget, karena setelah beberapa bulan ini, beberapa bulan ke belakang, banyak momen-momen yang untuk saya pribadi juga struggle dari cedera, terus juga dari hal-hal non-teknis juga di luar lapangan," ujar Jonatan kepada iNews Media Group, Rabu (1/10/2025).

Jonatan mengungkap kemenangan ini memberikan dorongan besar bagi semangat dan kepercayaan dirinya untuk menghadapi turnamen-turnamen berikutnya.

"Jadi dengan gelar ini, menambah semangat, menambah motivasi juga pastinya, dan lebih apa ya, lebih membuat saya tambah percaya dirilah untuk pertandingan-pertandingan berikutnya," tambahnya.


“Jojo Is Back” Bukan Sekadar Tagar, Tapi Simbol Perjuangan

Seiring keberhasilannya meraih gelar, publik mulai ramai menyuarakan tagar #JojoIsBack. Saat ditanya soal makna dari sebutan itu, Jonatan menyebut bahwa banyak orang hanya menilai dari hasil akhir, namun tak semua tahu proses panjang yang ia lalui.

"Kalau dari hasil mungkin ya karena kan orang balik lagi lihatnya hasil kan (Jojo is Back). Tapi beberapa belakangan pertanyaan-pertanyaan itu memang mungkin terlihat dari hasilnya masih kurang memuaskan lah gitu," jelas Jonatan.

Meskipun sempat mengalami performa yang naik turun, Jonatan menegaskan bahwa ia terus mengalami kemajuan – baik secara fisik maupun mental.

"Tapi sebenarnya banyak progress yang terjadi, walaupun dari saya pribadi juga banyak hal yang sulit saya cerna, karena ya sama juga saya dengan kebanyakan netizen juga, pastikan di mana hasil itu lebih penting kan, karena di situ ada percaya diri, di situ ada semangat yang lebih lagi, motivasi yang lebih lagi gitu," sambungnya.

Dukungan Tim Jadi Kunci Kebangkitan

Dalam proses pemulihannya, Jonatan tak sendiri. Ia dikelilingi oleh tim yang selalu mendukungnya, dari masa cedera hingga akhirnya bisa kembali ke performa puncak.

"Tim saya yang selalu mengingatkan saya bahwa progressnya seorang Jonatan itu terlihat, terlihat juga dari cedera yang awalnya itu benar-benar jalan sakit, bergerak di dalam court itu enggak leluasa 100%, tapi ini sudah pelan-pelan (pulih)," ujarnya.

"Jadi progressnya tuh ada dan mereka, (tim saya) yang selalu ada memotivasi saya, menyemangati saya. Sehingga ya mungkin buahnya Tuhan kasih kemarin juga," tutup Jonatan.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut