Bikin Malu Negara! Tim Rugby Australia Mabuk-Buat Onar di Pesawat Saat Pulang dari Tokyo
TOKYO, iNews.id- Sebanyak 13 anggota tim rugby 7’s putra Australia diberi peringatan resmi oleh federasi menyusul perilaku menyimpang dalam penerbangan pulang dari Olimpiade Tokyo 2020. Mereka mabuk-mabukan dan bikin onar di pesawat.
Berdasarkan laporan BBC, Tim rugby itu minum alkholol terlalu banyak di pesawat. Mereka juga mengganggu awak kabin dan penumpang lainnya.
Tim Rugby 7’s Australia harus tersingkir dari ajang Olimpiade Tokyo 2020 di babak perempat final. Mereka dikalahkan oleh Fiji dengan skor telak 19-0.
Setelah itu, mereka memutuskan meninggalkan desa atlet lebih dulu dan langsung bergegas ke negaranya. Namun, tindakan tidak disiplin tersebut terjadi ketika perjalanan pulang dan membuat kecewa federasi.
Meski Kepala Eksekutif Komite Olimpiade Australia, Matt Carroll menyatakan tak ada keluhan resmi dari maskapai, namun tindakan tersebut tetap tak dapat diterima. Perbuatan tim rugby itu membuat malu negara. Tindakan meminum alkohol berlebihan tidak diperkenankan dalam olahraga rugby.
"Ini sangat mengecewakan. Baik [federasi] rugby dan sepak bola telah memberitahu saya bahwa perilaku seperti itu tentu saja tidak dapat diterima dalam olahraga mereka dan dengan tulus (kami) meminta maaf kepada tim Olimpiade Australia (lainnya),” ucap Carroll.
Seluruh atlet yang terlibat langsung diminta untuk menghadiri sesi konseling tentang perilaku tersebut. Mereka tak dihukum oleh federasi maupun klub karena telah meminta maaf.
Selain perilaku itu, sebelumnya ternyata tim rugby 7’s Australia juga meninggalkan kamar di desa atlet secara semena-mena. Hal itu diungkapkan bos tim Australia Ian Chesterman yang mengeluhkan kondisi kamar yang tak dapat diterima.
“Kamar-kamarnya tidak dibersihkan. Saya ingin fokus pada kenyataan bahwa beberapa orang telah melakukan kesalahan dan meninggalkan ruangan dalam kondisi yang menurut kami tidak dapat diterima,” katanya.
Cabang olahraga Rugby 7’s putra telah mencapai partai puncaknya. Cabor ini mencatatkan Fiji sebagai peraih emas, Selandia Baru peraih perak, dan Argentina perunggu.
Editor: Ibnu Hariyanto