Alwi Farhan Bongkar Wejangan Jonatan Christie yang Ubah Mentalnya Hadapi Bintang Dunia
JAKARTA, iNews.id – Alwi Farhan mengungkap perubahan besar dalam mental bertandingnya setelah mendapat wejangan dari Jonatan Christie. Tunggal putra Indonesia itu kini tidak lagi merasa gentar ketika harus berhadapan dengan pemain-pemain elite dunia.
Alwi mengaku dulu sempat menaruh rasa kagum besar kepada para pemain senior yang memiliki prestasi luar biasa. Namun, pengalaman di berbagai turnamen internasional membuatnya memahami satu hal penting, yakni setiap pemain memiliki peluang yang sama ketika sudah berada di lapangan.
Peraih dua gelar BWF World Tour Super 500 itu menegaskan rasa hormat kepada lawan tetap harus ada. Namun, penghormatan tersebut tidak boleh membuat seorang pemain kehilangan keyakinan untuk meraih kemenangan.
"Memang kita enggak boleh terlalu melihat yang senior-senior itu seperti idola atau bagaimana. Karena ketika di lapangan juga mereka menjadi lawan saya," kata Alwi kepada awak media termasuk iNews Media Group di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (8/7/2026).
Pemain berusia 21 tahun itu menyebut dirinya harus mampu menempatkan diri sebagai pesaing yang setara. Dengan pola pikir tersebut, dia merasa lebih bebas mengeluarkan kemampuan terbaik saat menghadapi siapa pun.
"Ketika saya bukan berarti enggak respek ya, cuma jangan terlalu menghargai lawan sedemikian rupa karena saya harus menempatkan diri saya karena saya bisa melawan mereka juga," ujar Alwi.
"Jadi pastinya menghargai, tapi saya punya keinginan untuk menang juga. Apa pun yang terjadi di lapangan, baik senior atau junior, semuanya ingin memiliki kemenangan yang sama," lanjut pemain ranking 10 dunia tersebut.
Alwi mengatakan perubahan mentalnya mulai terbentuk sejak tampil di Sudirman Cup 2025. Turnamen beregu tersebut menjadi pengalaman penting karena dia berkesempatan menghadapi pemain-pemain terbaik dunia.
Salah satu momen yang paling berpengaruh adalah ketika dia berhadapan dengan tunggal putra Denmark, Anders Antonsen. Dalam pertandingan tersebut, Alwi mendapat banyak masukan dari Jonatan Christie yang berada di belakangnya sebagai senior.
"Sejak saya bertemu Anders Antonsen di Sudirman Cup. Karena di belakang saya ada Ko Jonatan (Christie) juga. Jadi Ko Jo waktu itu mungkin membuat saya tahu apa yang dipikirkan Ko Jonatan ketika bermain," kata Alwi.
Menurut Alwi, pesan dari Jonatan terlihat sederhana, tetapi memiliki dampak besar terhadap kepercayaan dirinya. Wejangan tersebut membuat dia tidak lagi merasa sungkan menghadapi pemain dengan nama besar.
"Karena waktu itu Ko Jonatan juga bilang, 'Enggak usah takut. Mau dia drama, mau dia, maksudnya mau dia ada tidak terima apa-apa, enggak usah sungkan'," ungkap Alwi.
Kini, Alwi Farhan tampil dengan mental berbeda. Setelah meraih gelar Indonesia Masters 2026 dan Australia Open 2026, dia semakin percaya diri menghadapi persaingan level tertinggi.
Bagi Alwi, pengalaman dan dukungan dari para senior seperti Jonatan Christie menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya. Dia ingin terus berkembang dan membuktikan diri sebagai salah satu tunggal putra terbaik Indonesia di panggung dunia.
Editor: Abdul Haris