Alex Rins Tak Menyesal Tolak Gresini: Ini Bukan soal Uang!
MADRID, iNews.id – Alex Rins menegaskan tidak menyesal pernah menolak tawaran Gresini Racing saat meninggalkan Suzuki pada musim 2023.
Pembalap Monster Energy Yamaha itu sempat mendapat kesempatan bergabung dengan tim satelit Ducati ketika Suzuki memutuskan mundur dari MotoGP. Namun, dia memilih menerima pinangan LCR Honda.
Keputusan tersebut membuat Rins berstatus sebagai pembalap pabrikan Honda pada musim 2023. Meski hanya bertahan satu musim sebelum pindah ke Monster Energy Yamaha, dia tetap yakin dengan langkah yang diambilnya.
Rins menilai keputusan itu sudah melalui pertimbangan matang. Dia tidak melihat alasan untuk meratapi pilihan yang sudah dibuat.
Marco Bezzecchi Bidik Start Lebih Ganas di MotoGP 2026, Siap Lampaui 353 Poin Musim Lalu
“Saya tidak menyesalinya karena saya tidak bisa mengubahnya lagi. Sepertinya keputusan yang sangat mudah untuk bergabung dengan Ducati, tetapi karena saat ini tim satelit,” kata Alex Rins dikutip dari Crash, Selasa (17/2/2025).
Dia juga menjelaskan situasi sulit setelah Suzuki hengkang dari MotoGP. “Sejak Suzuki pergi, mengelola semuanya menjadi sulit, terutama dalam hal performa,” tambahnya.
MotoGP 2026 Memanas! Marc Marquez Disebut Balapan Bukan untuk Uang
Pilih Status Pabrikan di Honda
Rins mengungkapkan saat itu hanya ada dua opsi konkret, yakni Gresini Ducati atau LCR Honda. Dia akhirnya memilih Honda karena mendapat tawaran sebagai pembalap pabrikan.
Yamaha Tertinggal! Alex Rins Bongkar Alasan Mesin V4 Jadi Jalan Keluar
“Saat itu, kami punya pilihan untuk bergabung dengan Gresini atau LCR Honda, dan saya memilih yang terakhir karena mereka menawarkan saya kontrak sebagai pembalap pabrikan,” ujarnya.
Menurut dia, faktor utama bukan persoalan finansial. “Di Honda, mereka menawarkan saya kondisi yang sama seperti Marc Marquez dan Joan Mir. Ini bukan soal uang, tapi soal proyek dan dukungan pabrik.”
Alex Rins Blak-blakan, Aprilia Disebut Sudah Setara Ducati di MotoGP 2025
Rins kini membela Monster Energy Yamaha setelah meninggalkan Honda. Meski perjalanan kariernya sempat berubah arah dalam dua musim terakhir, dia menegaskan tidak pernah merasa kecewa atas keputusan yang telah diambil.
Pembalap berusia 30 tahun itu menilai setiap langkah merupakan bagian dari proses profesionalnya di MotoGP. Fokusnya saat ini adalah memaksimalkan performa bersama Yamaha di musim yang sedang dijalani.
Editor: Abdul Haris