5 Fakta Baku Hantam Petinju Vs Relawan PON XX Papua, Polisi dan TNI Turun Tangan
JAYAPURA, iNews.id - PON XX Papua dibuat geger dengan kejadian baku hantam seorang petinju vs relawan. Insiden tak mengenakkan ini menyedot perhatian pecinta olahraga.
Semua berawal dari pertandingan tinju kelas 56kg putra yang mempertemukan kontingen DKI Jakarta Jil Mandagie kontra Luki Mira Agusto Hari (NTT), Jumat (8/10/2021). Duel berlangsung di GOR Cendrawasih.
Jil Mandagie murka dengan keputusan wasit yang memenangkan pihak Luki hingga menyerang salah seorang relawan di luar ring.
1. Jil Mandagie Ngamuk Banting Pintu
Kylian Mbappe Diajak Gabung Newcastle, Responsnya Mengejutkan
Keributan berawal saat Jil Mandagie tidak terima dengan keputusan wasit yang memenangkan petinju asal NTT Luki Mira Agusto Hari.
Jil lalu turun dari ring dan membanting pintu serta memukul spanduk pembatas. Dia juga tidak diterima relawan melakukan pengamanan di bawah ring dan menenangkan atlet tersebut.
Daftar 30 Pemain Calon Peraih Ballon dOr 2021: Ada Remaja 18 Tahun
Tiba-tiba sudah terjadi baku hantam antara atlet Jil dengan relawan PB PON. Hal ini berimbas adanya pemukulan terhadap atlet tersebut
2. Polisi dan TNI Turun Tangan
Kejadian ini membuat sejumlah polisi dan TNI yang melakukan pengamanan langsung mengamankan khusus atlet dan official tinju DKI.
Jerman Kalahkan Rumania, Serge Gnabry Kini Selevel Legenda AC Milan
"Sekarang ini tindakan yang dilakukan PAM dipimpin Kabag Ops membawa atlet tersebut dan mencari relawan di areal TKP untuk dipertemukan di ruang SPKT Polda Papua agar dapat diselesaikan," kata seorang polisi.
3. CCTV Barang Bukti
Sekretaris Panpel Tinju PON XX Papua 2021, Septinus Jerisetouw mengatakan pihaknya memiliki sejumlah CCTV yang dapat dijadikan bukti awal terjadinya kericuhan.
"Di kami ada 10 CCTV yang terpasang di arena venue tinju dan di Polda punya enam unit CCTV. Jadi total ada 16 CCTV." ujarnya.
4. Dilakukan Mediasi
Polda Papua melakukan mediasi terkait kericuhan dalam pertandingan tinju PON XX Papua 2021 di GOR Cenderawasih.
Wakapolda Papua Brigjen Pol Eko Rudi Sudarto beserta sejumlah pejabat Polda Papua menghadiri mediasi, Jumat (8/10/2021).

5. Sepakat Damai
Perwakilan relawan PON XX Papua 2021, Bobirus Yikwa mengatakan dirinya mewakili para relawan yang bertugas di venue cabang olahraga tinju menyampaikan permohonan maaf atas kericuhan yang terjadi.
"Saya mewakili rekan-rekan meminta maaf atas insiden yang terjadi sore hari di GOR Cenderawasih," ujarnya.
Begitu pula perwakilan kontingen tinju DKI Jakarta, Viktor Petroes Wangelaha juga menyampaikan permintaan maaf atas kericuhan yang melibatkan seorang atletnya. Kontingen DKI Jakarta siap mendukung kelanjutan pertandingan tinju di PON XX Papua 2021.
"Kami telah sepakat damai dan saling memaafkan. Kami mendukung keberlanjutan pertandingan tinju," ujar Viktor.
Editor: Reynaldi Hermawan