Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : PT Freeport Indonesia Dukung Pelatnas Atletik Desentralisasi Mimika
Advertisement . Scroll to see content

5 Fakta Baku Hantam Petinju Vs Relawan PON XX Papua, Polisi dan TNI Turun Tangan

Sabtu, 09 Oktober 2021 - 07:06:00 WIB
5 Fakta Baku Hantam Petinju Vs Relawan PON XX Papua, Polisi dan TNI Turun Tangan
Tangkapan layar atlet PON DKI Jakarta baku hantam dengan relawan PON XX Papua 2021. (Foto: iNews/Chanry Andrew Suripatty)
Advertisement . Scroll to see content

JAYAPURA, iNews.id - PON XX Papua dibuat geger dengan kejadian baku hantam seorang petinju vs relawan. Insiden tak mengenakkan ini menyedot perhatian pecinta olahraga.

Semua berawal dari pertandingan tinju kelas 56kg putra yang mempertemukan kontingen DKI Jakarta Jil Mandagie kontra Luki Mira Agusto Hari (NTT), Jumat (8/10/2021). Duel berlangsung di GOR Cendrawasih.

Jil Mandagie murka dengan keputusan wasit yang memenangkan pihak Luki hingga menyerang salah seorang relawan di luar ring. 

Berikut 5 fakta baku hantam Petinju Vs Relawan di PON XX Papua selengkapnya:

1. Jil Mandagie Ngamuk Banting Pintu

Keributan berawal saat Jil Mandagie tidak terima dengan keputusan wasit yang memenangkan petinju asal NTT Luki Mira Agusto Hari.

Jil lalu turun dari ring dan membanting pintu serta memukul spanduk pembatas. Dia juga tidak diterima relawan melakukan pengamanan di bawah ring dan menenangkan atlet tersebut.

Tiba-tiba sudah terjadi baku hantam antara atlet Jil dengan relawan PB PON. Hal ini berimbas adanya pemukulan terhadap atlet tersebut

2. Polisi dan TNI Turun Tangan

Kejadian ini membuat sejumlah polisi dan TNI yang melakukan pengamanan langsung mengamankan khusus atlet dan official tinju DKI.

"Sekarang ini tindakan yang dilakukan PAM dipimpin Kabag Ops membawa atlet tersebut dan mencari relawan di areal TKP untuk dipertemukan di ruang SPKT Polda Papua agar dapat diselesaikan," kata seorang polisi.

3. CCTV Barang Bukti

Sekretaris Panpel Tinju PON XX Papua 2021, Septinus Jerisetouw mengatakan pihaknya memiliki sejumlah CCTV yang dapat dijadikan bukti awal terjadinya kericuhan. 

"Di kami ada 10 CCTV yang terpasang di arena venue tinju dan di Polda punya enam unit CCTV. Jadi total ada 16 CCTV." ujarnya.

4. Dilakukan Mediasi

Polda Papua melakukan mediasi terkait kericuhan dalam pertandingan tinju PON XX Papua 2021 di GOR Cenderawasih.

Wakapolda Papua Brigjen Pol Eko Rudi Sudarto beserta sejumlah pejabat Polda Papua menghadiri mediasi, Jumat (8/10/2021).

Panitia pelaksana (Panpel) cabang olahraga tinju PON XX Papua 2021 meminta maaf atas kericuhan yang terjadi antara atlet dengan relawan di GOR Cenderawasih, Jumat (8/10/2021). (Foto: MNC/Chanry Andrew)

5. Sepakat Damai

Perwakilan relawan PON XX Papua 2021, Bobirus Yikwa mengatakan dirinya mewakili para relawan yang bertugas di venue cabang olahraga tinju menyampaikan permohonan maaf atas kericuhan yang terjadi.  

"Saya mewakili rekan-rekan meminta maaf atas insiden yang terjadi sore hari di GOR Cenderawasih," ujarnya.

Begitu pula perwakilan kontingen tinju DKI Jakarta, Viktor Petroes Wangelaha juga menyampaikan permintaan maaf atas kericuhan yang melibatkan seorang atletnya. Kontingen DKI Jakarta siap mendukung kelanjutan pertandingan tinju di PON XX Papua 2021.

"Kami telah sepakat damai dan saling memaafkan. Kami mendukung keberlanjutan pertandingan tinju," ujar Viktor.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut