Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Bumi Magnitudo 3,4 Guncang Gunungkidul DIY
Advertisement . Scroll to see content

Sejumlah Tempat di DIY Mulai Ramai meski New Normal Belum Berlaku

Senin, 08 Juni 2020 - 08:35:00 WIB
Sejumlah Tempat di DIY Mulai Ramai meski New Normal Belum Berlaku
Sejumlah pesepeda berswafoto dengan latar belakang kawasan pedestrian Malioboro, Jogja, Minggu (7/6/2020). (Foto: Harian Jogja/Gigih M. Hanafi)
Advertisement . Scroll to see content

YOGYAKARTA, iNews.id - Sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) khususnya di area Malioboro dan Titik Nol dipenuhi pengguna sepeda, pada Minggu (7/6/2020). Selain di dua lokasi di pusat kota tersebut, ada beberapa tempat yang menjadi pusat keramaian selama pandemi Covid-19.

Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad mengatakan, saat ini wilayahnya belum menerapkan news normal. Kerumunan ini jelas mengkhawatirkan, karena sejumlah pesepeda tersebut tidak menerapkan protokol kesehatan.

"Cukup mengkhawatirkan karena tidak mengindahkan protokol kesehatan," ujarnya, dikutip dari Harianjogja.com, Senin (8/6/2020).

Munculnya titik-titik keramaian ini menurutnya terjadi karena masyarakat mendengar kabar kasus Covid-19 mulai melandai. Padahal, DIY saat ini masih menerapkan status masa tanggap darurat hingga Selasa (30/6/2020) mendatang.

"Satpol PP konsisten dengan penegakan protokol kesehatan. Namun di samping itu, diperlukan kesadaran masyarakat untuk mendukungnya," katanya.

Dia bersama tim Pengamanan dan Penegakan Hukum Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY setiap hari mengawasi mulai pukul 06.00 WIB hingga 23.30 WIB, dengan mengerahkan setidaknya 180 personel. Pengawasan tersebut dibagi dalam tiga shift, masing-masing shift terdiri atas 10 regu yang ditempatkan di sejumlah titik. Malioboro dan Alun-Alun Utara diawasi dua regu karena menjadi pusat keramaian.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut