Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Wanita Obesitas di Situbondo Terperosok Septic Tank Sedalam 4 Meter, Evakuasi Dramatis!
Advertisement . Scroll to see content

Minyak Jelantah Berbahaya untuk Kesehatan, Tingkatkan Risiko Obesitas hingga Kanker

Rabu, 22 Maret 2023 - 16:35:00 WIB
Minyak Jelantah Berbahaya untuk Kesehatan, Tingkatkan Risiko Obesitas hingga Kanker
Ilustrasi minyak jelantah. Minyak bekas dipakai untuk menggoreng ini tidak baik untuk kesehatan. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id-Minyak jelantah ternyata sangat berbahaya bagi kesehatan. Minyak goreng sisa, bekas dipakai untuk menggoreng ini bisa meningkatkan risiko kanker hingga menjadi sumber berbagai penyakit lainnya seperti obesitas.

"Selain meningkatkan risiko kanker, minyak jelantah juga bisa menjadi sumber munculnya berbagai penyakit seperti infeksi bakteri, obesitas, hingga penyakit degeneratif," kata Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Ir Sedarnawati Yasni, M. Agr dalam keterangannya, Rabu (22/3/2023).

Prof Sedarnawati mengatakan, minyak jelantah dapat menjadi media penyerapan radikal bebas yang akan ikut terserap ke dalam makanan yang digoreng. 

"Zat tersebut kemudian akan menjadi karsinogen penyebab kanker yang akan menyerang sel tubuh seseorang yang mengonsumsi makanan tersebut," ujarnya.

Berdasarkan penelitian para ahli dari University of the Basque Country di Spanyol, kata Prof Sedarnawati, menunjukkan minyak jelantah mengandung senyawa organik aldehid yang dapat berubah menjadi zat karsinogen yang memicu penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, alzheimer, dan parkinson.

"Minyak goreng yang sudah dipakai berkali-kali juga menjadi sarang untuk perkembangbiakan berbagai jenis bakteri. Bakteri itu hidup dan berkembang dengan memakan remah-remah sisa gorengan yang mengendap di minyak jelantah atau yang menempel pada wajan," kata Prof Sedarnawati.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut