Malioboro Tampil Beda, Netizen: Kursi yang Ditali Masih Bisa Diduduki
YOGYAKARTA, iNews.id - Pemerintah Kota Yogyakarta berupaya melakukan penyesuaian dengan tatanan kehidupan baru. Seperti halnya menerapkan kebijakan bagi masyarakat yang memasuki Kawasan Malioboro.
Kepala UPT Malioboro, Ekwanto mengatakan kebijakan memasuki Malioboro telah diterapkan sejak Kamis (11/6/2020) yakni membagi akses pejalan kaki menjadi dua arah. Sisi trotoar bagian barat digunakan untuk akses pejalan kaki dari selatan ke utara.
Sementara sisi trotoar sebelah timur digunakan untuk akses pejalan kaki dari arah utara ke selatan. Selanjutnya, pada setiap titik masuk, akan ada petugas yang memeriksa suhu dan mengecek alat pelindung diri yakni masker.
“Kalau tidak pakai masker, kami minta untuk putar balik, dilarang masuk. Selain itu, pengunjung juga wajib untuk scan barcode yang tertera,” kata Ekwanto dalam keterangan tertulisnya.
Saat ini telah tersedia 40 wastafel cuci tangan di sepanjang Malioboro. Sebagian terpasang di sepanjang trotoar sisi kanan 20 buah, kiri juga 20 buah. Tak hanya itu, tempat duduk yang ada di Malioboro sudah kami beri tanda agar pengunjung bisa saling menjaga jarak.