Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 3 Hari Pencarian, Korban Tenggelam Kecelakaan Kapal Kelotok di DAS Kahayan Ditemukan Tewas
Advertisement . Scroll to see content

Liburan Berujung Duka, Bocah asal Muna Tewas Tenggelam di Kolam Renang Bantul

Senin, 22 Juni 2026 - 16:33:00 WIB
Liburan Berujung Duka, Bocah asal Muna Tewas Tenggelam di Kolam Renang Bantul
Ilustrasi bocah perempuan asal Muna, Sultra tenggelam di kolam renang kawasan wisata Bantul, DIY. (Foto: Dok/ist)
Advertisement . Scroll to see content

BANTUL, iNews.id – Insiden tragis menimpa seorang bocah perempuan berusia enam tahun berinisial SAA. Bocah asal Muna, Sulawesi Tenggara tersebut meninggal dunia setelah tenggelam di sebuah objek wisata kolam renang kawasan Potorono, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (21/6/2026). 

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit secara dramatis menggunakan sepeda motor, namun nyawanya tetap tidak tertolong. 

Peristiwa memilukan ini terjadi di tengah ramainya pengunjung kolam renang pada akhir pekan. Keberadaan korban yang sudah dalam posisi tenggelam di dasar kolam justru pertama kali disadari oleh pengunjung lain, bukan oleh petugas penyelamat (lifeguard). 

Pengunjung yang melihat korban langsung berteriak Histeris dan melaporkan adanya anak tenggelam kepada pihak penjaga kolam renang. 

Mendapat laporan darurat tersebut, penjaga kolam langsung melompat ke dalam air dan mengangkat tubuh korban yang sudah tidak sadarkan diri.

Petugas kemudian membawa korban ke rumah sakit terdekat agar segera mendapat penanganan medis.

"Benar ada kejadian anak tenggelam di kolam renang yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Korban sempat sesaat mendapatkan perawatan medis darurat di rumah sakit, namun akhirnya tim dokter menyatakan korban sudah meninggal dunia," ungkap Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, Senin (22/6/2026).

Petugas Polsek Banguntapan dan Tim Inafis Polres Bantul langsung bergerak melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi guna mendalami dugaan kelalaian pihak pengelola wisata. 

Hasil penyelidikan awal, polisi menemukan fakta mengejutkan terkait lemahnya sistem keamanan digital di area wahana air tersebut. Petugas mendapati bahwa area kolam sedalam 1,2 meter tempat korban tenggelam ternyata sama sekali luput dari pengawasan digital.

“Dari total empat titik kamera CCTV yang terpasang di lokasi, tidak ada satu pun yang mengarah ke titik kejadian. Kamera pengawas tersebut hanya menyorot area gerbang masuk, loket tiket, kolam bagian timur, dan area seluncuran (water slide),” ungkap Iptu Rita. 

Setelah dilakukan proses administrasi dan pemeriksaan luar di rumah sakit, jasad SAA langsung dibawa menuju bandara. Jenazah korban diterbangkan dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) Kulonprogo menuju ke Makassar, Sulawesi Selatan, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan udara ke Muna, Sulawesi Tenggara untuk diserahkan kepada pihak keluarga besar dan dimakamkan di kampung halamannya. Kasus kecelakaan wisata ini kini ditangani intensif oleh Polres Bantul.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut