Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Oknum Polisi di Makassar Ngamuk di Kos Mantan Pacar, Picu Keributan dengan Warga
Advertisement . Scroll to see content

Korban Miras Yogyakarta Tenggak Ciu sambil Santap Daging Babi

Jumat, 15 Maret 2019 - 18:26:00 WIB
Korban Miras Yogyakarta Tenggak Ciu sambil Santap Daging Babi
Polisi menyelidiki kasus miras maut di Yogyakarta. (Foto: iNews.id/Kuntadi).
Advertisement . Scroll to see content

YOGYAKARTA, iNews.id - Keluarga korbanmiras maut di Yogyakarta membantah kalau minuman beralkohol tersebut merupakan oplosan. Miras yang dikonsumsi para korban merupakan jenis ciu (tradisional), namun ditenggak sambil menyantap daging babi.

Kakak korban Kandar Wasono, Aris Wibowo (54) mengatakan, minuman ciu tersebut dijual dengan kemasan botol air mineral. Namun, dia tidak tahu di mana mendiang adiknya membeli miras tersebut.

"Tapi diminum ramai-ramai," kata dia kepada wartawan di rumah duka, Kota Yogyakarta, Provinsi DI Yogyakarta (DIY), Jumat (15/3/2019).

Bukan hanya mabuk-mabukan, kata dia, para korban ini menggelar pesta dengan memasang daging babi pada Rabu (13/3/2019). Mereka baru menyudahi pesta setelah korban Sugihartono (37) mengeluhkan sakit.

Keluarga pun langsung membawa korban ke RS Ludiro Husada, dan akhirnya meninggal dunia pada Kamis (14/3/2019). Saat itulah pesta benar-benar dinyatakan bubar.

"Kamis sore, korban Gunawan mengeluh sakit. Kemudian adik saya Kandar," ujar dia.

Kapolsek Tegalrejo, Kompol Ardiansyah mengatakan, masih menyelidiki kasus ini. Banyak informasi beredar yang simpang siur. Termasuk untuk memastikan apa penyebab dari kematian korban.

"Informasinya belum jelas, kami belum laporkan ke Kapolres. Kita masih menunggu hasil visum," kata dia.

Informasi yang berkembang di lapangan, pesta miras ini digelar sejak Selasa (12/3/2019) hingga Kamis (14/3/2019). Mereka menggelar pesta berpindah-pindah. Bahkan mereka juga mengonsumsi daging anjing dan babi.

"Kita masih kroscek ke lapangan, ada satu yang dirawat di rumah sakit," ujarnya.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut