Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 4 WNI asal Sumbar Dievakuasi dari Zona Perang Lebanon, Ini Nama-namanya
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Mistis Buaya Kuning, Pelindung Suku Dayak Tanjung

Sabtu, 24 Juli 2021 - 10:30:00 WIB
 Kisah Mistis Buaya Kuning, Pelindung Suku Dayak Tanjung
Masyarakat suku Dayak tak lepas dengan kisah mistis dan perang. (Foto : Ist)
Advertisement . Scroll to see content

PONTIANAK, iNews.id - Masyarakat suku Dayak tak lepas dengan kisah mistis dan perang. Suku Dayak sering berperang baik untuk memperebutkan wilayah maupun tanah ladang. 

Begitupun dengan yang dialami Suku Dayak Tanjung. Saat ini mereka hidup di sepanjang alur Sungai Enggelam yang bermuara ke Danau Melintang. Mereka mendiami lokasi tersebut karena sebelumnya terpaksa berpindah-pindah tempat akibat perang antarsuku.

"Nenek moyang kami sudah pindah beberapa kali sebelum mendiami Desa Enggelam untuk mencari tempat aman dari serbuan kelompok lain," kata Kepala Desa Enggelam, Mong.

Setelah membangun permukiman yang sekarang menjadi Desa Enggelam, warga tentu tetap cemas. Upaya membangun pertahanan dengan memasang titik pemantau di setiap sisi sungai tetap dilakukan.

Namun para penyerang tak kunjung datang lagi. Warga tinggal di desa tersebut dengan aman. Dari kisah terdahulu, ada buaya kuning yang menjaga kampung mereka.

"Dari kisah yang kami dapat, di salah satu aliran sungai ada buaya berwarna kuning yang menjaga kampung kami. Buaya ini tidak bisa dikalahkan oleh para penyerang itu," katanya.

Lokasi buaya kuning berada di salah satu sudut sungai. Lokasinya seolah menjadi gerbang masuk ke desa. Dahulu sejumlah warga kerap melihat kemunculan buaya ini, meski beberapa tidak mempercayainya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut